Diduga Habisi 2 Wanita, Pemuda di Yogyakarta Diamankan Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nurma Andika Fauzi, pelaku pembunuhan 2 wanita yang diamankan polisi
Nurma Andika Fauzi, pelaku pembunuhan 2 wanita yang diamankan polisi

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Yogyakarta - Nurma Andika Fauzi (21) diringkus jajaran kepolisian diduga melakukan pembunuhan berantai terhadap 2 perempuan dalam kurun waktu berdekatan.

"Ini termasuk peristiwa yang cukup menarik perhatian masyarakat Kulon Progo," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, DIY, Senin (5/4).

Pemuda warga Tawangsari, Pengasih Kulon Progo itu diamankan di rumah salah satu kerabatnya, daerah Ngruno, Karangsari, Kulon Progo, Sabtu (3/4) pukul 00.30 WIB.

Kasus bermula saat polisi mendapat laporan adanya penemuan mayat Dessy Sri Diantary (21), warga Gadingan, Wates, Kulon Progo di emperan Wisma Sermo Asri, Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, pada 23 Maret 2021.

Dari hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan, Sleman ditemukan pendarahan pada bagian otak kecil korban.

"Otak kecilnya mengalami pendarahan karena benturan. Di kulit kepala tidak terlihat jelas, tapi ternyata ada di bagian dalam. Itu yang menjadi penyebab kematiannya," ungkap Yuliyanto.

Belum selesai mengusut kasus kematian Dessy, polisi kembali menerima laporan penemuan sosok mayat perempuan di dermaga Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo, 2 April 2021. Hasil identifikasi, mengungkap sosok tersebut adalah Takdir Sunariati (21) warga Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo.

Pemeriksaan luar pada jasad korban ditemukan luka memar pada puncak kepala sisi kanan dan telapak tangan kanan.

Sedangkan, berdasarkan pemeriksaan dalam, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada organ dalam dan darah berwarna gelap dan encer.

Dari dua peristiwa ini polisi juga mendapati kesamaan yakni harta dan barang-barang milik korban hilang.

Sedangkan barang Takdir yang raib, sepeda motor, ponsel, dompet yang menyimpan identitas korban.

"Dua korban pembunuhan di dua TKP berbeda ini dilakukan oleh satu orang," tegas Yuliyanto.

Cara pelaku menghabisi korban Dessy, kata dia, yakni dengan memberikan minuman soda dicampur tiga butir obat sakit kepala.

Setelah mengalami kejang-kejang, pelaku membenturkan kepala korban ke lantai hingga meninggal dunia.

"Yang sudah jelas (modus operandi) yang ada di Sermo (Dessy), kalau yang di Glagah kita belum tahu. Sebelumnya korban (Dessy) dan pelaku ini jalan-jalan muter-muter naik sepeda motor korban," ungkapnya.

Polisi, lanjut Yuliyanto, sampai saat ini masih mendalami motif pelaku. Dugaan sementara, memang ada niat dari Nurma untuk menguasai harta korban.

"Masih dalam pendalaman, tapi yang jelas pelaku ini mengambil barang-barang milik korban. Sepeda motor, dompet, perhiasan, HP, dan apakah ada motif lain, kita belum sampai apakah ini direncanakan atau tidak," ujar Yuliyanto.

Saat ini Nurma sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan jo Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Menyebabkan Orang Mati dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kulon Progo AKP Munarso menyebut bahwa tersangka merupakan pengangguran sekaligus residivis dua kasus.

"Kasus pencurian burung dan pemerasan tahun 2018 lalu. Kena vonis delapan bulan, saya lupa LP jadi satu atau tidak," ucap Munarso.

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…