Ririn, Guru Biologi yang Inovasikan Batik Ecoprint dari Kulit Hewan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ririn Yuniati Ningsih saat mengerjakan batik ecoprint kulit miliknya. SP/ TRG
Ririn Yuniati Ningsih saat mengerjakan batik ecoprint kulit miliknya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Ririn Yuniati Ningsih di tengah kesibukannya sebagai guru, dirinya tetap produktif sebagai perajin batik ecoprint kulit. Alasan Ririn memilih membuat kerajinan produk ecoprint kulit, karena bahan baku yang dihasilkan murni dari alam. Sehingga dirinya tidak kebingungan untuk membuang limbahnya. Karena bahan baku dari alam, dipastikan ramah lingkungan.

“Pastinya karena lingkungan saya perumahan, jika membuat kerajinan dari bahan kimia partinya kesulitan untuk membuang limbahnya. Karena itu, saya memilih ecoprint ini untuk membuang bahan baku sendiri bisa dimanfaatkan menjadi kompos,” jlentrehnya.

Salah satu produk ecoprint dari kulit. SP/ TRG

Selain itu, alasan lain ia memilih ecoprint dengan bahan kulit hewan ternak, baik itu kulit sapi, domba, maupun kambing karena memiliki proses tingkat kesulitan sendiri. Dari situ, untuk proses awal hingga selesai bisa memakan waktu satu hari lebih.

“Rata-rata setiap hari saya pulang jam 15.00. Kendati masih menerapkan sistem pembelajaran di rumah, sebagai guru harus tetap mengajar. Makanya dipilih setiap akhir pekan untuk mengerjakan ecoprint ini,” ungkap Ririn Yuniati Ningsih.

Sedangkan untuk produk yang nantinya dibuat dari kulit ecoprint tersebut tergantung permintaan konsumen. Sebab, biasanya setelah mengunggah kulit ecoprint hasil kreasinya, konsumen yang tertarik menghubunginya dan meminta membuatkan suatu produk, seperti sepatu, dompet, dan tas kulit.

Sehingga harga yang diberikan bervariasi, tergantung produk yang dipesan. Namun biasanya untuk produk dompet rata-rata dijual dengan harga antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu, sedangkan untuk tas diberi harga sekitar Rp 700 ribu. Sedangkan untuk langgananya sendiri dari berbagai daerah, mulai dari Trenggalek hingga seluruh penjuru Indonesia.

Menurut Ririn dalam proses pengerjaan produk ecoprint kulit ini diperlukan waktu seharian penuh. Hal itu terlihat untuk proses pertama yang dilakukan adalah merendam bahan baku kulit dengan suatu zat yang disebut mordant sekitar 3-4 jam.

Tujuannya, agar bahan baku dapat menerima zat warna dari alam semisal daun-daunan atau bunga-bungaan dengan baik. Setelah itu, barulah kulit dibentangkan untuk proses pemberian warna sekaligus corak untuk menentukan motif. Perlu diingat dalam penataan  motif tersebut harus rapat agar semua bagian bisa dipakai.

Untuk penentuan motif, tidak ada patokan karena berdasarkan selera pembuat. Dari situ motif yang dihasilkan bisa dikatakan limited edition. Sebab, kendati hampir mirip untuk motif yang sama tidak bisa diulangi.

Dalam membuat ecoprint tersebut patokannya adalah jejak warna yang dihasilkan oleh pewarnaan tumbuhan. Karena agar menghasilkan suatu produk yang bagus, jejak warna antara motif satu dengan lainnya yang saling berdekatan tidak boleh terlalu kontras.

Setelah proses pemberiaan warna, sekaligus motif tersebut, bahan baku diberi lapisan atas berupa kain dan plastik yang kemudian digulung untuk dikukus. Untuk proses pengukusan sendiri dilakukan sekitar 4-5 jam dengan api kecil hingga bahan baku menghasilkan warna dan motif sama seperti bahan alam yang dijadikan. Setelah kering, maka kulit ecoprint sudah bisa dibuat produk seperti kemampuan. Dsy10

 

Berita Terbaru

Liga Mahasiswa di Petra Golf Tournament 2026 Buka Peluang Networking dan Karier

Liga Mahasiswa di Petra Golf Tournament 2026 Buka Peluang Networking dan Karier

Senin, 17 Agu 2026 12:33 WIB

Senin, 17 Agu 2026 12:33 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Petra Golf Tournament 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun j…

Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat, Pemkot Surabaya Gelar Khitanan untuk 280 Anak

Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat, Pemkot Surabaya Gelar Khitanan untuk 280 Anak

Senin, 17 Agu 2026 12:26 WIB

Senin, 17 Agu 2026 12:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai wujud nyata kepedulian sosial serta implementasi nilai gotong royong dalam program Kampung Pancasila, Pemkot Surabaya…

HUT RI ke 81, Sebanyak 419 Narapidana Lapas Lamongan Terima Remisi Umum

HUT RI ke 81, Sebanyak 419 Narapidana Lapas Lamongan Terima Remisi Umum

Senin, 17 Agu 2026 11:59 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebanyak 419 Narapidana yang mendekam di sel tahanan Lapas kelas IIB, menerima pengurangan hukuman (Remisi), dalam rangka perayaan…

Bakal Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Pemkab Madiun Perkuat Peran KDKMP

Bakal Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, Pemkab Madiun Perkuat Peran KDKMP

Senin, 17 Agu 2026 11:39 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai penggerak ekonomi di wilayah desa dan kelurahan setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, terus memperkuat peran…

DD Dipangkas 58 Persen, Kades Kedinding Manfaatkan BK untuk Bangun Infrastruktur

DD Dipangkas 58 Persen, Kades Kedinding Manfaatkan BK untuk Bangun Infrastruktur

Senin, 17 Agu 2026 11:36 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kendati anggaran pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dikhawatirkan terganggu karena adanya pemangkasan…

Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkab Bangkalan Canangkan Program KCS

Angka Stunting Masih Tinggi, Pemkab Bangkalan Canangkan Program KCS

Senin, 17 Agu 2026 11:31 WIB

Senin, 17 Agu 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti angka kasus stunting di wilayah Kabupaten Bangkalan yang masih tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat…