Gagal Berkali-kali, Kini Sukses Berbisnis Batik dengan Karakter Unik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Abdul Mo’id dengan karya batik motif Surga di Pesisir Selatan. SP/ TRG
Abdul Mo’id dengan karya batik motif Surga di Pesisir Selatan. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Abdul Mo'id, pengusaha batik yang berlatar pendidikan seni ini kian menunjukkan kreativitasnya dalam membuat karya batik. Ia pun juga berani bereksperimen, tanpa takut untuk gagal. Mo'id juga sempat gagal berkali-kali saat mempelajari pencampuran warna batik yang sesuai ekspektasi.

Bermodal dari kemampuan melukis dari jurusan seni rupa, dia pun berhasil mengembangkan karakter batiknya. "Sebenarnya batik pewarnaan alam adalah batik tradisional, tapi kesan tradisional itu yang ingin saya munculkan dengan nuansa baru," ujarnya. 

Menurut Mo'id, memahami warna alam itu cukup dengan mempelajari warna dasar, yaitu merah, kuning, biru, hitam, putih. Melalui kelima warna itu dapat menghasilkan berbagai warna.

Mo'id tetap pantang menyerah meski gagal berkali-kali. Alasannya simpel, dia menyukai prosesnya. Tiap kegagalan semakin menambah wawasannya dalam pencampuran warna batik. "Saya menekuni apa yang beneran saya bisa," ungkapnya.

Karakter batik Mo'id pun memiliki ciri khas sendiri. Melalui pewarnaan alam dan teknik lukis, batik buatan Mo'id memiliki gradasi yang fleksibel. Artinya, bisa membuat pewarnaan sesuai bentuk yang diinginkan. Berbeda dengan batik celup, pewarnaannya menyebar ke seluruh kain. "Seakan-akan bisa membangun karakter batik yang berbeda," ucapnya.

Berkat karakternya pada tiap batiknya bisa membuka pasar sendiri. Bahkan sampai menyentuh ke lingkup nasional. Karakter itu muncul dari serangkaian pengalaman dan sentuhan inovasi.Warna alam tersebut diambil dari beberapa dahan. Misal, secang yang memunculkan warna kemerah-merahan atau kayu mahoni merah kecokelat-cokelatan.

Ada tiga motif batik Mo'id yang sudah memiliki hak cipta, yakni motif Turonggo Yakso, Surga di Pantai Selatan, dan Handini Bulan. Diakuinya, ketiga motif tersebut diambil dari kearifan lokal asli Kabupaten Trenggalek. "Membuat motif itu perlu pengamatan. Tidak sekadar membuat, tapi ada nilai filosofis di baliknya," sambungnya.

Dari usaha batiknya tersebut, ia dapat merogoh omzet yang tiap batik yang dijual memiliki harga sekitar Rp 1,5 juta. Harga itu sempat turun menjadi Rp 1,2 juta akibat dampak pandemi Covid-19. "Pandemi berdampak pada harga jual, tapi intensitas pembeli justru meningkat sampai 200 persen," ujarnya. 

Tak hanya itu, berkat usaha batiknya, ia dapat menginisiasi batik shibori warna alam yang sempat dapat rekor muri agar Bumi Menak Sopal dikenal sebagai Kota Batik. "Hal yang memuaskan yakni ketika mendengar dari orang yang pernah saya beri pelatihan akhirnya bisa mengembangkan batiknya sendiri," tutupnya. Dsy1

 

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Bali – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan m…

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memastikan tempat di final putra Campus League 2026 Futsal R…

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…