DPR ingin Vaksin Nusantara Tutupi Menipisnya Stok Vaksin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Azis Syamsuddin
Azis Syamsuddin

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Ditengah gonjang ganjingnya, menipisnya ketersediaan stok vaksin COVID Indonesia, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Menteri Kesehatan (Kemenkes) serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) agar memberi kesempatan vaksin Nusantara menutupi kekurangan stok vaksin COVID-19 yang kian menipis.

Menurut Azis, saat ini pemerintah perlu memprioritaskan produksi vaksin dalam negeri, seperti vaksin Nusantara sehingga tidak harus bergantung pada negara lain. “Vaksin Nusantara merupakan karya anak bangsa, dan dipastikan dapat mempermudah pengadaan vaksin serta lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat indonesia” ujar Azis dalam keterangannya, Minggu, (11/4/2021).

Pimpinan DPR Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu berharap, pemerintah melalui Kemenkes dan BPOM dapat menghargai kerja keras para ilmuwan dan peneliti dalam negeri dalam menemukan vaksin Nusantara.

“Vaksin Nusantara merupakan temuan ilmuwan Indonesia yang menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mampu membuat vaksin sendiri. Ini karya bakti terhadap negara”, kata politikus Golkar itu.

Seiring dengan hal tersebut, DPR mendukung penuh upaya pemerintah mempercepat vaksinasi dalam 15 bulan. Termasuk dengan menggunakan vaksin buatan dalam negeri.

“Kami mendukung vaksin-vaksin lokal seperti vaksin Nusantara maupun vaksin Merah Putih, untuk mempercepat program vaksinasi di Tanah Air. Walaupun di beberapa media disebutkan bahannya tidak keseluruhan dari lokal, tapi tidak 100 persen berasal dari luar. Berbeda dengan vaksin impor yang ada sekarang,” kata Azis.

Terlebih lanjut Azis, program vaksinasi di Tanah Air sudah memasuki bulan ketiga. Dimana masyarakat dari berbagai kelompok profesi dan lansia, sebagian besar sudah mendapat suntikan vaksin.

“Hanya tinggal penyebaran lokasi penyuntikan vaksin dan kuantitasnya harus lebih ditingkatkan. Sehingga pada titik tertentu, bisa terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat,” jelas Azis.

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny Lukito menilai, harus dipertegas kriteria suatu vaksin dapat disebut sebagai karya anak bangsa. Menyusul temuan dari hasil uji klinik fase I ditemukan komponen-komponen yang harganya mahal dalam pembuatan Vaksin Nusantara. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Gedung Baru 8 Lantai RSI Siti Aisyah Diprotes Warga, DPRD Akan Panggil Manajemen 

Gedung Baru 8 Lantai RSI Siti Aisyah Diprotes Warga, DPRD Akan Panggil Manajemen 

Senin, 23 Feb 2026 12:28 WIB

Senin, 23 Feb 2026 12:28 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Madiun- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun bakal memanggil manajemen RSI Siti Aisyah, dalam waktu dekat. Pemanggilan ini men…

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…