Tetap Eksis dan Untung Berjualan Jamu di Masa Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Binti Masruroh, pengusaha jamu. SP/ BLT
Binti Masruroh, pengusaha jamu. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Saat ini jualan jamu tradisional telah kembali bergeliat meskipun pandemi Covid-19 masih melanda. Hal tersebut dirasakan oleh pengusaha jamu tradisional Binti Masruroh. Ia terus berinovasi menjadi strategi agar tetap bisa eksis. Bahkan sekarang, omzet penjualan jamunya telah kembali pulih sebagaimana sebelum pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

Binti mengawali produksi jamu dengan cara tradisional. "Dulu nenek buatnya masih pake lumpang. Bahannya ditumbuk. Alhamdulillah sekarang sudah pakai alat modern. Memakai blender," jelasnya.

Selain itu, Binti sapaan akrabnya, memproduksi jamu tradisional itu di rumahnya. Bersama ibunya, dia mengembangkan usaha jamu itu secara turun-menurun. "Semenjak nenek meninggal dunia, ibu yang melanjutkan usaha jamu ini," terangnya.

Usaha jamu tradisional itu dimulai dari neneknya. Saat itu, neneknya memproduksi berbagai varian jamu tradisional secara mandiri. Mulai dari beras kencur, kunyit asam, beluntas, hingga sirih. Semua dibuat secara tradisional.

Kala itu, pembuatan jamu masih dengan cara tradisional. Yakni seluruh bahan jamu ditumbuk di lumpang. Setelah jadi, jamu kemudian dimasukkan ke botol dan dijual.

saat ini dalam sehari ia membuat jamu yang dikemas dalam 50 botol plastik berukuran 500 ml dan 35 botol plastik berukuran 1500 ml. Keduanya ia jual dengan harga Rp 6 ribu untuk botol kecil dan Rp 14 ribu untuk botol besar.

"Kalau jamu Cabe Puyang Satu botol ukuran 1500 ml saya jual Rp 20 ribu. Harganya beda dengan yang lain Karena bahan bakunya mahal. Alhamdulillah, sekarang sudah kembali seperti semula yaitu Rp 800 ribu perhari. Waktu awal pandemi hanya mendapatkan Rp 400," urai Binti.

Binti mengemukakan, usaha jamu yang ia lakoni merupakan usaha turun temurun dari almarhum neneknya. Almarhum neneknya dulu berjualan jamu di pasar Wlingi Blitar kabupaten Blitar. Kemudian diteruskan sang ibu yang juga berjualan jamu di pasar. 

"Saya sempat bantu jualan di pasar cuma ga lama. Kemudian kakak saya berinisiatif untuk jualan keliling ya untuk menaikkan penjualan. Nah saya meneruskan jualan keliling karena kakak saya menikah dan tinggal di luar kota," jelasnya.

Berbagai jamu dibuat oleh perempuan yang memiliki dua anak tersebut. Mulai Beras kencur, Kunyit asam, Temulawak, Sirih kunci, Beluntas, Pahitan, Cabe Puyang, Macan kerah, Gepyokan hingga jamu campuran temulawak, jahe, kunyit, sereh, kapulaga, cengkeh atau Temujakunser.

Dia memiliki alasan tersendiri mempertahankan bisnis jamu keluarganya itu. Di samping sebagai minuman tradisional masyarakat Indonesia, dari segi ekonomi juga cukup menguntungkan. "Jual jamu ini minim risiko. Sekali produksi bisa habis tergantung situasi. Jadi jarang ada barang sisa," terangnya.

Dia berharap, jamu tradisional ini tetap menjadi minuman khas masyarakat Indonesia. Tidak hanya sekedar minuman herbal untuk kesehatan, tetapi juga lestari hingga nanti. Dsy2

 

Berita Terbaru

Sempat Pesimistis, Kristina Mahendra Sabet BGO Ladies Petra Golf Tournament 2026

Sempat Pesimistis, Kristina Mahendra Sabet BGO Ladies Petra Golf Tournament 2026

Minggu, 16 Agu 2026 15:26 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 15:26 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Keraguan sempat mengiringi langkah Kristina Mahendra ketika mengikuti Petra Golf Tournament 2026 di Taman Dayu Golf, Pasuruan, Sabtu (…

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:36 WIB

SurabayaPagi, Depok – PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 K…

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Ribuan Personel PLN UIT JBM Siaga Penuh Amankan Keandalan Listrik Jelang HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:29 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (…

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Cinema Visit Film Istimewa Berakhir di Surabaya, Bawa Pesan tentang Penerimaan dan Kesetaraan

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:17 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kota Surabaya menjadi persinggahan terakhir rangkaian cinema visit film Istimewa di Pulau Jawa. Bertempat di XXI Pakuwon Mall S…

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

UK Petra Pecahkan Dua Rekor MURI Lewat Golf 99 Hole, UK Petra Jadi Pintu Masuk Jejaring Profesional

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 12:05 WIB

SurabayaPagi, Pasuruan — Universitas Kristen Petra (UK Petra) mencatat tonggak baru dalam peringatan Dies Natalis ke-65 dengan menggelar Petra Golf Tournament 2…

Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim

Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim

Minggu, 16 Agu 2026 10:14 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 10:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lama tak terdengar namanya di belantika perpolitikan Jawa Timur, Wisnu Wardhana alias WW tiba-tiba muncul di Kantor DPD Partai…