#GerakanMuteMassal Trending di Twitter

Gaya Komentator Bung Jebret Dinilai Hiperbola dan Tak Edukatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Komentator Valentino Simanjuntak. SP/VOXPOP
Komentator Valentino Simanjuntak. SP/VOXPOP

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Tagar #GerakanMuteMassal menjadi trending di twitter pada Selasa (13/4). Trendingnya tagar ini, lantaran sosok komentator acara sepak bola, Valentino Simanjuntak yang dianggap tidak bisa memberikan informasi penting selama berjalannya laga.

Gaya komentator yang akrab disapa Bung Jebret itu menuai kritik. Dirinya disebut terlalu hiperbola dan tidak edukatif dalam membawa jalannya laga.

Polemik tagar #GerakanMuteMassal tersebut awalnya muncul daalm laga piala Menpora 2021 antara PSS Sleman melawan Bali United. Laga itu sendiri berhasil dimenangkan PSS Sleman melalui babak adu penalti setelah kedua tim gagal mencetak gol sepanjang 90 menit.

Tim Super Elang Jawa merebut tiket semifinal berkat kemenangan 4-2 di babak adu penalti. Saat pertandingan PSS Sleman vs Bali United berlangsung, netizen menggemakan tagar #GerakanMuteMassal di Twitter.

Dimulai dari Bali United yang memposting sebuah cuitan terkait cara penyampaian Valentino Simanjuntak saat menjadi komentator.

Cuitan yang diposting akun resmi @BaliUtd tersebut meminta kepada Indosiar sebagai pihak yang menayangkan event Piala Menpora 2021 agar dalam laga selanjutnya tidak terlalu banyak diisi dengan komentar yang terkesan hiperbola.

Meski cuitan dari akun @BaliUtd tersebut telah dihapus, Valentino Simanjuntak merespon dengan menyatakan bahwa dirinya memberikan respect atau rasa hormat terhadap klub sepak bola tersebut.

Valentino Simanjuntak juga meminta agar cuitan tersebut tidak dihapus, sambil menambahkan istilah jebret yang kerap dirinya sampaikan.

“#RESPECT @BaliUtd. Please jangan dihapus dong postingan Twitter-nya. #jebreeet,” ujar Valentino Simanjuntak, seperti dikutip Surabayapagi.com dari cuitan di akun Twitter @radotvalent pada Selasa, 13 April 2021.

#RESPECT @BaliUtd ????????
.
please jgn dihapus dong postingan twitternya.
.#jebreeet pic.twitter.com/ESfip5iYjo— valentinosimanjuntak (@radotvalent) April 11, 2021

Dalam cuitan lain, Valentino Simanjuntak menyindir terkait pernyataan hiperbola dari klub Bali United.

Dirinya menyatakan bahwa jika pernyataannya terkesan hiperbola, maka dirinya tak akan menginformasikan lebih lanjut. Namun, Valentino Simanjuntak merasa bahwa ujaran tersebut sudah pas dan dirinya tak merasa melebih-lebihkan ucapan tersebut.

“RESPECT @BaliUtd. Eh hiperbola gak si gue bilang begitu?” ujarnya.

 “Nanya aja, kalo hiperbola besok-besok gak akan gue info lagi, tapi setau gue sih bener begitu gak gue lebih-lebihin,” tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan sindiran terkait postingan ‘hiperbola’ yang dihapus oleh akun @BaliUtd, dengan mengatakan bahwa dirinya juga akan menghapus cuitannya.

“Yaaah dihapus postingan Twitter-nya, gue delete soon juga aahh. #jebreeet,” katanya.

Banyak nitizen yang juga membalas Twitter-nya karen menganggap Valentino Simanjuntak ini terkesan tidak terima dan menyuruhnya lebih intropeksi diri.

 “Anda jadi komentator juga gak ada bagus2 nya, terkesan hanya heboh dan jerit2 gak jelas aja. Seharusnya jadi komentator mengedukasi penonton. Minimal memaparkan data statistik, pola permainan, head to head pemain atau pelatih dll. Intropeksi nggeh. Rahayu” – Ichsanul Fikri (@Ichsanulf_) April 12, 2021

 “Jika sudah banyak kritik tolong dibenahi Bang, bukan malah anti kritik. Saran saja” - Mbah Kholil (@Kholil_15)  April 12, 2021

 “Akui saja lah salah mu itu bang, gausah kemana2 lagi lah pembelaan itu, lebih baik ngebahas sejarah pertemuan kedua klub, statistik nya, dll di dalam sepakbola itu” - Dzikwan Alif (@DzikwanAlif)  April 12, 2021

Sementara itu, sebagian besar netizen yang menggaungkan tagar #GerakanMuteMassal menganggap bahwa selama ini komentator laga Piala Menpora 2021 kerap menyampaikan informasi yang terlalu hiperbola dan tidak edukatif dalam membawa jalannya laga.

“#GerakanMuteMassal Butuh komentator dan pundit yang memberikan ilmu dan hiburan yang tidak hiperbola “- M Izzas Ferdiansyah (@miferdiansyah).

“Dulu Nonton Bola Bisa Tau Ini Namanya Tendangan Freekick, Pinalty, Corner, Backheel Banyak Ilmu yg didapat. Sekarang Tendangan Tega, Antar Kampung, Jebret, dll. masyarakat butuh sesuatu yang berkualitas. MAINKAN !! #GerakanMuteMassal”-  F.A.S (@JakFighter).

“Ditengah jalannya pertandingan sering dikasih istilah gajetot dan ga ada hubungannya sama sekali sama sepakbola? Please masyarakat perlu diedukasi tentang literasi sepakbola. Bukan teriak-teriak dan nyanyi ga jelas. Masa bola melambung nyanyi UWO Judika? FFS #GerakanMuteMassal”- Adun (@fuadihaitamy).na.

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…