Dua Bocah Pemberani yang Tekuni Panjat Tebing Sepikul

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Zidan dan Azriel ketika memanjat salah satu tebing Gunung Sepikul. SP/ TRG
Zidan dan Azriel ketika memanjat salah satu tebing Gunung Sepikul. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menekuni olahraga panjat tebing tidak boleh dengan setengah-setengah. Tidak hanya orang dewasa bahkan anak-anak yang salah satunya Zidan El Kahfa. Ia pun sebenarnya juga takut saat memanjat tebing tersebut karena mengingat tiap tebing memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Apalagi juga mengaku belum pernah mencoba memanjat Tebing Sepikul sebelumnya.

Sebelum memulai memanjat, dirinya meyakinkan diri agar bisa menyelesaikannya hingga menggali informasi terkait karakteristik tebing tersebut. “Karena itu, sebelum memanjatnya, saya terlebih dahulu mendengarkan arahan dari sang pemandu,” ujarnya.

Dengan mendapatkan informasi seperti tingkat kesulitan sekitar 5.9 dan kemiringan antara 75 sampai 80 derajat, dirinya mulai tahu apa yang dilakukannya. Dari situ pikirannya untuk memanjat tebing tersebut jadi lebih tenang hingga bisa menyelesaikannya dengan baik. ”Saya baru menekuni olahraga ini sekitar satu tahun lalu. Syukurlah dengan perasaan yang tenang, dia bisa melaluinya dengan baik,” ujar bocah delapan tahun tersebut.

Hal yang sama juga dirasakan olah Azriel El Miski, salah satu bocah yang mencoba memanjat tebing tersebut lainya. Menurut dia, sebelum memulai memanjat bagian tebing yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, terlebih dahulu dirinya mencoba memanjat bagian untuk pemula. Dengan memanjat bagian itu, dirinya mulai paham karakteristik tebing tersebut. “Untuk pemula, daerah yang dipanjat dengan ketinggian sekitar 25 meter dan saya bisa melaluinya,” imbuhnya.

Sedangkan dalam memulai memanjat, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan peralatan yang nantinya digunakan. Sebab, kesiapan alat tersebut merupakan kunci kesuksesan dan kelancaran dalam setiap kali melakukan pemanjatan. Sebelum memulainya, dirinya langsung mengecek peralatan yang digunakan khususnya tali.

Hal ini dilakukan karena tidak menuntup kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan tali tersebut rusak. Seperti dimakan tikus, tergores pisau, dan sebagainya. Dari situ, jika diketahui peralatan tersebut rusak, dirinya harus menggunakan peralatan lainnya yang lebih siap. “Jika peralatan siap, keyakinan saya untuk memanjat tebing ini bisa tumbuh. Makanya setelah mencoba lokasi untuk pemula, saya berani mencoba bagian untuk profesional,” tuturnya. Dsy4

 

Berita Terbaru

Pentingnya Perlindungan Sosial, Komisi IX DPR RI Dorong Masyarakat Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pentingnya Perlindungan Sosial, Komisi IX DPR RI Dorong Masyarakat Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 29 Jun 2026 17:50 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:50 WIB

  SURABAYA PAGI, Malang - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), dr. Gamal Albinsaid mendorong masyarakat Malang untuk …

SIG Berdayakan Warga Desa Glondonggede Tuban, Lahirkan 36 UMKM Berbasis Potensi Lokal

SIG Berdayakan Warga Desa Glondonggede Tuban, Lahirkan 36 UMKM Berbasis Potensi Lokal

Senin, 29 Jun 2026 17:19 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program T…

Serapan Telur Peternak Jadi Sorotan, Emil Dardak Ancam Tutup Mitra Tak Patuh

Serapan Telur Peternak Jadi Sorotan, Emil Dardak Ancam Tutup Mitra Tak Patuh

Senin, 29 Jun 2026 17:15 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan akan menindak tegas mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) y…

Kendalikan Inflasi Daerah, Lamongan Serentak Tanam Cabai di Pekarangan

Kendalikan Inflasi Daerah, Lamongan Serentak Tanam Cabai di Pekarangan

Senin, 29 Jun 2026 17:10 WIB

Senin, 29 Jun 2026 17:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi pangan daerah, Pemkab Lamongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, melakukan…

Banpol Lamongan Senilai Rp 3,8 Miliar Sudah Didistribusikan ke Partai Politik

Banpol Lamongan Senilai Rp 3,8 Miliar Sudah Didistribusikan ke Partai Politik

Senin, 29 Jun 2026 16:57 WIB

Senin, 29 Jun 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), telah menyalurkan bantuan keuangan kepada…

IPM Kota Mojokerto Masuk Kategori Sangat Tinggi

IPM Kota Mojokerto Masuk Kategori Sangat Tinggi

Senin, 29 Jun 2026 16:01 WIB

Senin, 29 Jun 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran menjadi salah satu kunci keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan k…