Emy Kreasikan Kerajinan Batok Kelapa Hingga Tembus Pasar Ekspor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Emy Erawati. SP/ BLT
Emy Erawati. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Emy Erawati memanfaatkan batok kelapa yang sudah tidak digunakan dan dibuang begitu saja menjadi batok kelapa yang bernilai sangat berharga. Batok kelapa tersebut disulap menjadi pundi-pundi rupiah, karena dijadikan berbagai kerajinan tangan dan menghasilkan nilai jual tinggi. Berkat kreatifitas Emy tersebut membuat tas batok buatan tangannya mampu menembus pasar ekspor dan menjadi primadona bagi konsumen di Indonesia juga.

Bisnis kerajinan batok kelapa ini bermula saat Emy melihat tumpukan batok kelapa yang terbuang percuma. Ia berpikir untuk memanfaatkan batok tersebut. Dari coba-coba, akhirnya Emy membuat berbagai kerajinan dengan bahan baku batok. Ia mulai usaha dibantu suaminya, Marlean dengan membuat berbagai macam kerajinan.

Pasar lebih menyukai kerajinan tas dibanding beberapa hasil kerajinan lain dari batok kelapa. Melihat hal tersebut, Emy akhirnya membidik pasar tas dengan lebih fokus memilih model-model tas yang disukai pasar, diantaranya seperti dompet, sabuk, aksesoris dan tas. Ia mampu meraih keuntungan puluhan juta rupiah per bulan.

Melihat geliat pasar pasca krisis moneter 1998 semakin menjanjikan. Emy pun membidik Bali sebagai salah satu pasar potensial karena banyak turis mancanegara. "Saya lebih memilih Bali sebagai pasar. Alasannya karena disana banyak wisatawan, apalagi wisatawan asing. Jadi kalau pulang biasanya mereka membawa oleh-oleh yang unik dan khas. 50% produk kami dibawa ke Bali," tutur Emy saat berbincang dengan detikFinance di kediamannya, Selasa (3/11/2013).

Produk Emy mulai dikenal di mancanegara, melalui para perantara produknya di Bali, produk Emy dipasarkan hingga ke Eropa. "Yang sering minta itu Belanda dan Swiss. Kalau negara-negara tetangga yang sudah berlangganan ya Malaysia, Singapura dan Brunei," tambah Emy.

Emy pun tetap optimistis bahwa produknya lebih diminati daripada produk tas lainnya. Karema, pembuatan kerajinan dari batok membutuhkan keterampilan khusus dengan bahan batok kelapa yang kebanyakan orang tidak dimanfaatkan lagi. Tingkat kesulitan yang tinggi membuat produk ini masih jarang digeluti orang lain.

"Anda bisa lihat sendiri kan tadi. Prosesnya panjang dan sulit. Alat-alat yang digunakan juga hasil modifikasi kami sendiri, tidak tersedia di toko. Jadi menurut saya masih sedikit yang melirik bisnis ini. Belum lagi ngomong pemasaran mas," ungkap Emy.

Hingga saat ini, Emy telah mempekerjakan lebih dari 200 orang. Namun, pengerjaannya kebanyakan dibawa pulang oleh karyawannya untuk dikerjakan di rumah masing-masing. Harga kerajinan batok antara Rp 10.000 hingga Rp 200.000. Keuntungan yang diraup Emy tiap bulannya mencapai hingga puluhan juta rupiah. Dsy10

Berita Terbaru

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Hari Jadi Tulungagung ke-821 bertema ‘Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi’ tahun ini lebih semarak den…

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…