Kejari Trenggalek Tahan Satu Tersangka Bansos SMD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Fatah Ismanu, tersangka kasus bansos SMD tahun 2009 saat digiring petugas Kejari Trenggalek
Fatah Ismanu, tersangka kasus bansos SMD tahun 2009 saat digiring petugas Kejari Trenggalek

i

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Kejari Trenggalek melakukan penahanan terhadap Fatah Ismanu sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam Kegiatan Pengelolaan Bantuan Dana Penguatan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan melalui Bantuan Sosial (Bansos) Sarjana Membangun Desa (SMD) Dirjen Peternakan Departemen Pertanian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Darfiah S.H.

 

"Kami ada menangani perkara pidana khusus (Tipikor), kami hari ini menahan salah satu terdakwa inisial FI," ujar Darfiah S.H., ketika melakukan kegiatan pembukaan layanan bantuan hukum di Pasar Pon, Rabu (14/4/2021).

 

Perkara tersebut bermula ketika Kelompok Petani Singgih Agung yang diketuai oleh Fatah Ismanu melakukan penyelewengan terhadap bantuan dana yang diterima pada tahun 2009.

 

"Perkara ini sebenarnya mulai tahun 2009, beliau sebagai ketua kelompok tani," jelasnya

 

Pada mulanya pemberian dana itu ditujukan untuk membantu usaha budidaya ternak yang dikelola oleh kelompok Petani Singgih, yang sebelumnya telah mengusulkan

RUK (Rencana Usulan Kelompok).

 

Sesuai dengan RUK yang telah disetujui, nominal yang dikucurkan untuk bantuan kelompok tani tersebut sebesar Rp. 288.000.000 yang rencananya akan digunakan untuk membeli sapi sebanyak 23 ekor, kemudian ditambah dana sebesar Rp. 32.700.000 yang rencananya akan digunakan untuk pengelolaan ternak, serta dana sebesar Rp.18.000.000 untuk pengembangan kelembagaan/jasa insentif sarjana pendamping.

 

Dalam menjalankan kegiatan tersebut Kelompok Tani Singgih didampingi oleh Muh. Martajuddin Nuur sebagai sarjana pendamping/sarjana masuk desa.

 

Singkat cerita ketika pelaksanaan kegiatan telah berjalan selama 3 tahun, Ketua Kelompok Tani Singgih yakni Fatah Ismanu melakukan perbuatan yang menyimpang dari Pedoman Pelaksanaan SMD Tahun 2009 dan Surat Perjanjian Kerjasama tertanggal 9 September 2009.

 

Diketahui bahwa Fatah Ismanu mendahului menjual ternak sapi yang dipeliharanya, dan kemudian uang hasil penjualan tersebut tidak disetor ke dalam kas kelompok, yang mana perbuatan tersebut ternyata juga diikuti oleh anggota kelompok lainnya.

 

"Beliau tidak melaksanakan sesuai dengan SOP," papar Darfiah.

 

Akibat perbuatan tersebut usaha budidaya ternak tidak berjalan dengan baik dan tidak dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dan ia juga tidak menjaga modal awal sebesar 85% sesuai ketentuan RUK.

 

Diketahui bahwa Fatah Ismanu tidak memberikan dana insentif pendamping sesuai RUK yang ada, dari rencana awal diberikan Rp 18 juta nyatanya hanya diberikan sebesar Rp 13 juta saja.

 

Terkini, sampai dengan bulan maret 2020 kegiatan ternak sapi yang didanai Dirjen Peternakan tersebut hanya tersisa 5 ekor saja. Artinya memang pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan rencana yang telah ditargetkan.

 

Laporan Hasil Audit Perhitungan Keuangan Negara tanggal 6 Maret 2020 yang dibuat Auditor Inspektorat Kabupaten Trenggalek menyatakan bahwa, akibat perbuatan Kelompok Tani tersebut merugikan keuangan negara lebih kurang sebesar Rp 257 juta rupiah. Dengan rincian kerugian, Rp 252 juta merupakan akumulasi dari harga ternak sapi yang dijual dan ternak sapi mati, kemudian Rp 5 juta sisanya adalah uang insentif yang tidak diberikan secara penuh kepada sarjana pendamping.

 

Atas perbuatannya Fatah Ismanu dikenakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. Dan ancaman subsidair yakni Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

 

Menurut Darfiah saat ini perkara atasnama terdakwa telah diserahkan tanggungjawabnya dari penyidik kepada penuntut umum atau tahap dua. Sambil menunggu berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk diproses, sementara terdakwa ditahan di Rutan kelas 2 Trenggalek.

 

"Dalam tahap dua, sementara yang bersangkutan ditahan di rutan," pungkasnya. Fab/Can

Berita Terbaru

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sebanyak 50-60 juta ton batu bara yang diekspor Indonesia…

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Ifl ahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama …

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, menegaskan wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…