Berawal Iseng, Ali Eksis Bisnis Ukir Sandal Jepit di Tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ali Maksum yang sedang mengukir sandal jepit. SP/ TRG
Ali Maksum yang sedang mengukir sandal jepit. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Memanfaatkan belajar di rumah saat pandemi corona dengan kreativitas, pria bernama Ali Maksum mengisi waktu luang dengan mengukir sandal jepit. Meski kegiatan tersebut kelihatan sepele, namun aktivitasnya bisa menambah uang jajan sekolah. Kreasi sandal jepit siswa di Trenggalek ini sungguh memikat hati.

Sudah sejak dua bulan terakhir, ia meluangkan banyak waktunya untuk bermain-main dengan sandal. Ia membeli sandal polos aneka warna untuk diukir. Sandal-sandal itu adalah pesanan tetangga dan kenalannya. Sandal yang mulanya polos dia ubah menjadi berbagai karakter kartun. Sandal tersebut adalah pesanan dari temannya dan tetangganya.

“Sepasang sandal membutuhkan waktu satu hari untuk menyelesaikan, kalau sama lemburan bisa dapat dua,” ucap Ali, dikutip Minggu (18/4/2021).

Untuk menjadikan sol tersebut, ia hanya membutuhkan alat pensil, ballpoin dan silet. Gambar desain akan disesuaikan dengan pesanan. Dengan penuh kejelian dan ketelatenan Ali memainkan silet kecilnya untuk melubangi alas kaki.

“Kalau gambar tergantung pemesanan, sebelumnya saya lukis dulu pakai pensil. Jika pemesan setuju dengan desain baru saya mulai ukir,” jelasnya.

Ali mengaku, pesanan yang datang dalam sebulan rata-rata belasan biji. Mereka kebanyakan kenalan dan teman-teman Ali. Tapi, ada juga pemesan dari luar kota. "Pernah ada dari Blitar juga. Kebetulan yang pesan tahu kalau saya ukir sandal," ucapnya.

Uang yang Ali dapat cukup lumayan untuk ukuran pekerjaan pengisi waktu luang. Ali membeli sandal jepit polos seharga rata-rata Rp 10.000 per pasang. "Saya jual antara Rp 25.000 sampai Rp 40.000. tergantung model dan kesulitan ukirannya," jelasnya.

Paling banyak pesanan berupa ukiran tokoh kartun sepeti Doraemon. Ukiran ini tergolong yang paling mudah dan paling murah. "Pesanan lain juga yang berupa logo tempat usaha dan tulisan-tulisan. Misalnya waktu Lebaran kemarin, ada usaha jasa pernikahan yang pesan banyak untuk pekerjanya," sambung Ali.

Ali mengaku sudah sekitar empat tahun bermain dengan ukir-ukiran sandal. Awalnya, ia sekadar iseng mengukir sandal miliknya sendiri.

“Tidak di sangka setelah melihat ukiran saya banyak yang minat, pemesan biasanya dipakai untuk gaya unik aja,” tutupnya.

Ia pun mengaku menikmati aktivitas ukir sandal tersebut. Terlebih karena ia gemar menggambar dari awal sekolah. Oleh pemesan, sandal ukir buatan Ali biasanya dipakai untuk sekadar unik-unikan. Dsy4

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…