Hari Pertama PTM, Wali Kota Sutiaji Tinjau Langsung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Sutiaji secara langsung meninjau proses PTM terbatas ke empat sekolah . Senin (19/5/2021).SP/PEMKOT MALANG
Wali Kota Sutiaji secara langsung meninjau proses PTM terbatas ke empat sekolah . Senin (19/5/2021).SP/PEMKOT MALANG

i

SURABAYAPAGI, Malang -  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ke empat sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang digelar secara serentak, Senin (19/4/2021).

Wali Kota Sutiaji secara langsung meninjau proses PTM terbatas ke empat sekolah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di masing-masing sekolah.

Meliputi di SDN Kauman 1, SD Muhammadiyah 1, SMPN 6 dan SMPN 3 Kota Malang. Saat di SDN Kauman 1, Walikota menemukan ada guru yang mengajak siswa menyanyi para siswanya.

Namun guru itu menurunkan maskernya dibawah dagu. Dan hal itu juga diikuti para siswa. Walikota kemudian ke kelas memberitahu agar tetap memakai masker.

 "Dari pemantauan di sekolah-sekolah hari ini ada guru yang mengajar vokal dengan membuka maskernya. Jadinya diikuti siswanya," jelas Sutiaji. Senin (19/5/2021).

Setelah itu, guru dan siswa memakai maskernya. Dari beberapa kelas yang ditinjau, semua sudah memakai masker. Dalam kunjungannya ke sekolah, walikota bersama Komisi D DPRD Kota Malang dan Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana. Kunjungan ke sekolah lebih untuk melihat pelaksanaan prokes PTM. 

Di SDN Kauman 1 juga, walikota yang juga Ketua Satgas Covid-19 juga menyarankan agar petugas bagian depan yang menyambut para siswa untuk cek suhu dan guru-guru memakai sarung tangan.

Siswa saat datang sekolah dengan dicek suhu. Sebelum itu juga melakukan cuci tangan. Usai pemantauan, walikota melakukan briefing pada guru tentang pelaksanaan prokesnya. 

"Memang jadi agak berat tugas guru," jelasnya. Walikota saat di kelas juga menanyakan ke siswa apa suka sekolah tatap muka atau di rumah. Rata-rata mereka menjawab suka tatap muka di sekolah.

Sebelumnya dari pantauan Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM), persiapan sekolah sudah baik, jadwal, sarana dan prasarana, SOP, kesiapan pimpinan sekolah dan guru.

Pembiasaan sekolah dengan situasi baru dilakukan dengan pemberian penjelasan langsung, pemodelan, dan serta lewat leaflet, flyers, dan poster di sekolah.

Dikatakan, Dinas Dikbud mengacu pada SE Walikota dan rekomendasi DPKM telah menyusun panduan PTM. Dan kemudian sekolah menyusun SOP untuk guru, staf, siswa, dan orang tua.

Dalam SE itu memang tidak ada paksaan melaksanakan PTM. Namun jika sekolah memang siap dibolehkan.

Untuk di SD, umumnya mendahulukan siswa kelas 6 yang PTM karena akan melaksanakan ujian. Sedang kelas dibawahnya masih daring.

Tapi dari survei sekolah, walimurid di kelasnya masih khawatir. Sehingga baru melaksanakan tatap muka pada Juli 2021 untuk siswa dibawah kelas 6. Setiap hari anaknya melaksanakan pembelajaran lewat Zoom.

Sedang untuk jenjang SMP, rata-rata masuk PTM untuk kegiatan pondok ramadan. Sekolah membagi rombel dengan model ganjil genap sesuai nomer absen. Sehingga siswa bergantian masuk.tn/na

Berita Terbaru

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…