Berpuasa Dapat Mencegah Penyakit dan Memperpanjang Umur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen saat berbuka puasa bersama. SP/ SBY
Momen saat berbuka puasa bersama. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selain mendapatkan pahala dalam beribadah, ternyata berpuasa di bulan Ramadhan juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan dan mulai diungkap oleh para ahli terkait ibadah yang banyak memiliki keutamaan dan keistimewaan ini.

Membatasi makanan yang dikonsumsi sehari atau bahkan berpuasa dapat membuat penuaan dalam diri berjalan lebih lambat. Dilansir dari Her, sebuah penelitian menunjukkan bahwa hal ini membuat penuaan pada kulit dan organ dalam tubuh berjalan lebih lambat.

Bermula dari sebuah penelitian yang diujicobakan pada tikus sebagai sampelnya. Riset tersebut menunjukkan bahwa puasa dapat memperpanjang umur tikus.

“Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa pembatasan kalori dan berpuasa memiliki efek memperpanjang umur pada hewan, tetapi mekanisme terperinci tetap masih menjadi misteri,” jelas Dr Takuyaki Teruya, dikutip Selasa (20/4/2021).

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan di Duke University menganalisis data dari 220 orang berusia rata-rata 38 tahun dengan berat badan ideal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 145 responden membatasi kalori mereka hingga 25 persen sedangkan sisanya tidak memiliki perubahan pola makan.

Tak hanya itu, peneliti juga melihat kondisi jantung, metabolisme, paru-paru, ginjal, dan fungsi sistem imun dari seluruh partisipan. Selanjutnya, mereka mengukur usia biologi atau usia internal dalam tubuh.

dr Daniel Belsky, Peneliti pada riset ini menjelaskan usia biologis ini sebagai menurunnya secara bertingkat dan progresif dari sistem tubuh yang muncul seturut usia kronologis atau usia sesuai kalender.

Setelah 12 bulan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang membatasi makan mereka hanya menua sebanyak 0,11 tahun pada usia biologis. Sedangkan orang yang tak mengubah pola makannya menua sebanyak 0,71 tahun pada usia biologinya.

"Jika kita bisa mengintervensi pada lambatnya penuaan usia biologis ini, maka mungkin untuk mencegah atau paling tidak memperlambat munculnya penyakit yang berhubungan dengan usia," ujar dr Belsky.

Peneliti lain pada riset ini, dr. William Kraus menjelaskan bahwa hal ini dapat menjadi usaha terdepan dalam penelitian kesehatan. "Intervensi untuk mengendalikan atau melawan penuaan merupakan cara yang terdepan dalam penelitian kesehatan. In menjelaskan mengapa usia kronologis tidak lebih penting dibanding usia biologis," jelas Kraus. Dsy9

 

Berita Terbaru

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Santer Isu JKN Non Aktif, DPRD Kota Mojokerto Gercep Gelar RDP

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Dinas Kesehatan,…