Sejumlah Anggota DPR Nyaman dan Aman Disuntik Vaksin Nusantara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah Anggota DPR telah resmi menerima suntikan dendritik imunologi atau Vaksin Nusatara. SP/ JKT
Sejumlah Anggota DPR telah resmi menerima suntikan dendritik imunologi atau Vaksin Nusatara. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sejumlah anggota DPR telah resmi menerima suntikan dendritik imunologi atau yang bisa dikenal Vaksin Nusatara. Sebanyak 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjalani suntik vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Sejumlah anggota dewan yang telah disuntik Vaksin Nusantara antara lain Dasco Sufmi Ahmad, Emanuel Melkiades Laka Lena, Saleh Partaonan Daulay, Firman Subagyo dan istri. Selain itu ada juga Anas Tahir, Saniatul Lativa, Sri Meliyana, Arzeti Bilbina, Nihayatul Wafiroh, Robert Kardinal, Adian Napitupulu.

Salah satu anggota DPR, Anas Tahir mengaku merasa nyaman setelah disuntik Vaksin Nusantara. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada  mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai penggagas vaksin Nusantara. "Setelah divaksin saya merasa nyaman, terima kasih Pak Dokter Terawan," kata Anas, Jumat (23/4/2021).

Dasco yang merupakan politisi Gerindra mengatakan, sebelum disuntik ia menjalani proses pemeriksaan tekanan darah dan suhu darah saturasi. Darahnya pun diambil untuk pengecekan ulang sebelum disuntik.

"Saat saat yang dinantikan oleh saya sendiri terutama akan disuntik dendritik imunologi nusantara. Pencocokkan antara barcode yang di ambil pada saat pengembalian darah untuk dijadikan cairan vaksin lalu kemudian ini sekarang sedang di cocokkan" kata politisi Gerindra itu.

Tak lama, Terawan langsung menyuntikkan vaksin Nusantara melalui lengan kanan Dasco. "Rasa sedikit seperti digigit semut. Dan sudah selesai alhamdulillah. Sakit gak ketua?," tanya pengambil video. "Tidak sakit," ungkap Dasco. 

Vaksin Nusantara disepakati hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM. Tim peneliti vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto menargetkan proses penelitian vaksin virus corona berbasis sel dendritik ini rampung dalam 2,5 bulan.

"Untuk penelitian yang sekarang ini kurang lebih sekitar 2,5 bulan. Selesai penelitian kami akan audit sesuai dengan Good Clinical Practice (GCP) atau tidak. Kemudian kami akan lengkapi semua, pelaporan dan evaluasi," kata Peneliti Utama Vaksin Nusantara, Kolonel Jonny.

Sementara itu, penyuntikan Vaksin Nusantara berlanjut meski Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tidak memberikan izin vaksin buatan mantan Menkes Terawan Agus Putranto dilanjutkan ke uji tahap II. BPOM menilai pengujian vaksin tersebut tidak memenuhi standar-standar yang berlaku.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito enggan berkomentar ketika ditanya soal konsekuensi kesehatan, apabila vaksin yang dibuat dari sel dendritik itu terus berlanjut tanpa sesuai standar yang berlaku. Dsy17

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…