Komunitas SSC Blitar yang Peduli Pendidikan Anak Jalanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu anggota SSC Blitar saat mengelar kegiatan belajar bersama anak-anak jalanan. SP/ BLT
Salah satu anggota SSC Blitar saat mengelar kegiatan belajar bersama anak-anak jalanan. SP/ BLT

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Permasalahan ekonomi yang membuat banyaknya anak-anak jalanan di Blitar terpaksa mengamen hingga mengemis membuat sekelompok anak muda yang tergabung ke dalam komunitas peduli pada anak jalanan.

Komunitas tersebut dikenal dengan komunitas Save Street Child (SSC) Blitar yang bergerak dan fokus dalam kegiatan sosial untuk membantu anak-anak jalanan agar merasakan pendidikan seperti anak-anak pada umumnya. Komunitas ini berfokus pada pengembangan karakter dan literasi anak marjinal di Kota Blitar.

Berawal pada 2011 lalu ketika seorang pendiri SSC Blitar pulang dari perantauan di Surabaya. Yang mana, dia juga bergabung dengan SSC Surabaya. Sehingga berinisiatif untuk mendirikan komunitas yang sama di Blitar bersama sejumlah kolega. Termasuk Aditya Kurniawan.

"Terbentuk tahun 2011. Dulu ada volunteer bernama Dewi Eka yang merupakan volunteer dari SSC Surabaya. Kemudian ketika pulang kampung mendirikan SSC Blitar," kenang Aditya Kurniawan, Minggu (25/4/2021).

Puluhan volunteer atau relawan ikut tergabung dalam komunitas sosial ini. Selain itu, banyak juga anak jalanan yang tertarik untuk ikut dalam setiap kegiatan seminggu sekali yang digelar SSC. Bahkan, bukan cuma baca tulis. Kini anak-anak jalanan juga diajari pelajaran membuat kreasi.

Bukan cuma itu, para volunteer bahkan sempat merancang saru kurikulum yang dipadankan dengan kurikulum di sekolah formal. Tentu alasannya agar anak-anak jalanan punya bekal yang kurang lebih sama dengan apa yang didapat anak sekolah formal. "Kami sempat bikin kurikulum seperti anak SD. Tapi akhirnya batal setelah kita pertimbangkan lagi," bebernya.

Namun, itu cerita dulu. Kini, SSC terpaksa harus mandek lantaran sejumlah kendala. Adit menyebut, kendala yang paling kentara adalah semakin berkurngnya jumlah volunteer karena berbagai kesibukan.

Adit mengaku, begitu ingin agar komunitas ini kembali dihidupkan. Alasannya, prinsip dapat mengajar anak jalanan baca dan tulis itu keren. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat Kota Blitar memiliki kepedulian yang sama. Kini sebagian masyarakat masih memandang sebelah mata keberadaan anak jalanan. Padahal, mereka tak ubahnya anak-anak yang juga butuh teman bermain dan belajar sebagaimana anak-anak pada umumnya.

"Mereka (anak jalanan, Red) itu justru kalau bicara sangat halus. Bahkan pakai bahasa krama inggil. Jadi pesan saya bagi masyarakat untuk tidak menilai orang dari kesan pertama saja. Jangan men-judge dari awal saja," pesannya. Dsy2

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…