Sukses Berbisnis Jamu Tradisional Lewat Platform Digital

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Oktavia Purnawati, pemilik usaha D’jamoe di Kota Madiun. SP/ MDN
Oktavia Purnawati, pemilik usaha D’jamoe di Kota Madiun. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pengguna Internet di Indonesia kian hari kian bertambah. Data 2018, jumlah pengguna Internet di Indonesia sebanyak 171 juta pengguna. Kini, angkanya tentu semakin besar. Banyka berbagai usaha UMKM yang memasarkan produknya lewat internet. Salah satunya Oktavia Purnawati, pemilik usaha D’jamoe di Kota Madiun, Jawa Timur, yang tengah mengembangkan dan mempromosikan usahanya.

Usahanya itu benar-benar dirintis dari nol. Secara bertahap ia memanfaatkan internet sebagai media promosi. “Bisa dikatakan usaha saya itu lahir dari rahim Internet. Karena memang saya memulai usaha dari Internet,” kata dia, Minggu (25/4/2021).

Vivi menuturkan Internet menjadi media promosi yang cukup efektif dalam mengembangkan usaha rintisan. Ia juga mengunggah foto serta video singkat tentang beragam produk jamu tradisional buatannya di story Instagram.

Dia mulai mengembangkan bisnisnya dengan brand D’jamoe sejak 2015 silam. Berbagai jamu tradisional seperti beras kencur, kunir asem, dan temu lawak. Jamu tradisional yang biasanya dijual secara tradisional oleh pedagang keliling, Vivi mengemasnya secara modern dan lebih higienis.

Saat awal-awal merintis usahanya itu, Vivi hanya bisa menjual puluhan botol jamu tradisional per pekan. Namun, saat ini bisa menjual sampai 400 botol per hari.

Meskipun dalam pemanfaatan internet ini tidak selalu mulus dan tidak selalu sesuai ekspektasi. Namun, ia merasa beruntung bisa merintis usaha di tengah penetrasi Internet yang cukup cepat di Indonesia. Sehingga ia bisa mempersingkat proses promosi setiap produk yang dihasilkan.

Pada awal-awal penjualan produknya melalui media sosial, lanjut Vivi, setiap materi promosi yang diunggah memang terkesan sembarangan dan tidak berkonsep. Tampilan unggahan foto produk sangat sederhana dan kurang menarik. Sehingga, kala itu penjualannya pun tidak setinggi sekarang setelah ia cukup ketat dalam memanfaatkan media sosial.

Seiring berjalannya waktu, Vivi pun mulai belajar agar efektif memanfaatkan Internet untuk kebutuhan usahanya. Tidak hanya belajar Internet marketing secara autodidak, Vivi juga mendalami ilmu Internet marketing dengan mengikuti beragam pelatihan.

Salah satu kunci utama dalam promosi di media sosial adalah konsistensi. Setiap pelaku usaha harus konsisten untuk mengunggah foto maupun video produknya melalui media sosial, bisa mengunggahnya di story maupun feed. Semisal setiap hari bisa mengunggah 10 sampai 30 materi di story Instagram. Selain di story, usahakan setiap hari juga mengunggah foto di feed.

Saat ini, produk jamu tradisional miliknya tidak hanya dinikmati masyarakat Madiun. Tetapi juga banyak konsumen yang datang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan lainnya. Dsy8

Berita Terbaru

Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Antisipasi Penipuan dan Janji Palsu dalam Proses Rekrutmen Penerimaan Pegawai KAI, Murni Tanpa Pungutan/Biaya

Kamis, 05 Nov 2026 13:39 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seluruh proses…

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Ditlantas Polda Jatim berkolaborasi bersama Satlantas Polres Blitar dan stakeholder terkait melakukan inspeksi dan rampchek angkutan…

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Potensi pasar perlengkapan dan bahan bangunan di Surabaya Timur semakin menarik perhatian pelaku ritel modern. Pertumbuhan kawasan h…

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Melihat sejumlah kondisi bangunan yang dinilai sudah mengalami kerusakan berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai…

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Kemunculan seekor buaya saat banjir lahar Gunung Semeru kembali menggegerkan warga di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian,…

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Kediri Rusak hingga Ambruk

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Kediri Rusak hingga Ambruk

Kamis, 05 Nov 2026 12:44 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 12:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebanyak 86 rumah warga di Dusun Kepung Barat, Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, baru saja diterjang angin puting beliung,…