Peluang Usaha Pandemi, Surip Untung Besar Budidaya Ikan Guppy

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Surip bersama ikan Guppy budidayanya. SP/ SBY
Surip bersama ikan Guppy budidayanya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Budidaya ikan Guppy atau ikan hias jadi salah satu peluang usaha yang bisa dipertimbangkan saat pandemi Covid-19 ini. Salah satunya adalah Suranto Surip yang mengungkapkan sejak pandemi menerpa, pendapatannya dari budidaya ikan Guppy justru melonjak drastis. Omzetnya meningkat sampai 300 persen dari biasanya, terutama datang dari penjualan secara online.

Surip mengatakan proses budidaya dipelajarinya secara otodidak. Ia belajar dari temannya yang kebetulan lulusan dari Politeknik Perikanan. Selebihnya, belajar lewat tutorial dari internet. Berbekal pelatihan dari Disperindag Gunungkidul, Surip dan teman-temannya memberanikan diri melakukan pemasaran di dalam hingga luar negeri. Pemasaran dilakukan secara online, namun juga secara offline.

Kecintaannya terhadap ikan hias sejak tahun 2014 lalu membuatnya ingin melakukan budidaya dan membuka usaha dari situ. Setahun berikutnya, ia mendirikan Kelompok Pembudidaya Ikan Hias "Rezeki Langit", Surip bersama 11 pemuda pun mulai mengembangkan usaha Ikan Guppy. Mulai dari menyediakan fasilitas akuarium hingga kolam budidaya.

Saat ini, pemasaran ikan hias kelompok ini menembus Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Tiongkok, hingga Amerika Serikat. Harga online dipatok mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1 juta untuk sepasang ikan, bergantung pada jenis dan variasi warna.

"Pendapatan per bulan sekitar Rp15 juta - Rp20 juta. Saat pandemi ini permintaannya lebih besar lagi, belum sampai seminggu stok yang disiapkan sudah habis," ungkap Surip, Minggu (25/4/2021).

Meski tergolong sukses, usaha Rezeki Langit bukan tanpa kendala. Lokasi yang berada di perbukitan terjal dan infrastruktur buruk membuat transportasi sulit. Begitu pula air sulit didapat, terutama saat musim kemarau ini.

Namun mereka tak habis akal. Memanfaatkan botol air mineral bekas, dibuatlah sistem filter air yang bisa bertahan selama 2 minggu, sehingga kendala air bisa teratasi. "Pakan juga bisa dibuat dari magot (larva) yang ada di pepaya. Dikeringkan bisa jadi pelet, jadi hemat biaya produksi," jelas Surip yang juga beternak kambing dan burung hias Lovebird ini.

Usaha yang dirintis Surip tak hanya jadi pemberdayaan bagi anak muda di dusun tersebut, tapi juga menjadi peluang usaha dan kerja bagi warga lain di sana. Bahkan hasil dari usaha ikan Guppy ini mampu membiayai infrastruktur Pedukuhan Ngipik secara swadaya.

Mulai dari pembuatan jalan, pembuatan sumur bor, hingga pemasangan pipa jalur air. "Warga di sini kan sebagian besar buruh lepas dan petani, kami ingin ada peluang kerja lain buat mereka," tutur Surip. Dsy9

Berita Terbaru

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 43 bangunan tanpa izin yang berada di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ditertibkan m…

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh pengembangan cabang olahraga (cabor) Woodball di wilayahnya. Olahraga…

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Komitmen memperkuat peran masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kota Mojokerto melalui penyaluran dana hibah tahun anggaran 2026…

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

KPK Geledah Rumah Dirut PDAM Kota Madiun, Suyoto Irit Bicara: Hanya Berkunjung ‎

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:38 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – KPK kembali menggeledah pejabat di Kota Madiun. Kali ini rumah Dirut Perumda Air Minum Tirta Taman Sari, Suyoto, jadi sasaran, …

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

KPK Geledah Toko Listrik Satria, Diduga Terkait Kasus OTT Wali Kota Madiun

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI, Madiun- ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan rangkaian penggeledahan di wilayah Kota Madiun. Kali ini, tim penyidik KPK m…

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini viral, dimana salah satu halaman rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Magetan, tepatnya di kawasan belakang Apotek…