Budidaya Tanaman Janda Bolong yang Beromzet Ratusan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mokhammad Arifin bersama monstera hasil budidayanya. SP/ MJK
Mokhammad Arifin bersama monstera hasil budidayanya. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Musim pandemi Covid-19 saat ini, banyak orang menghabiskan waktunya dengan beraktivitas di rumah demi menghindari penyakit. Salah staunya dengan bercocok tanam dan mengoleksi berbagai tanaman hias sebagai hiburan kala di rumah seperti tanaman hias jenis monstera atau janda bolong saat ini tengah booming di kalangan pecinta tanaman dengan harga fantastic hingga puluhan juta seiring banyaknya permintaan.

Corak daunnya yang berlubang dan warna-warni membuat tanaman merambat ini kian tenar dengan sebutan janda bolong. Sebagai petani tanaman hias, Arifin sempat kaget dengan booming-nya monstera selama pandemi. Sempat tidak menghiraukan, Arifin akhirnya tergiur hingga turut membudidayakan beberapa jenis monstera koleksinya.

“Sejak dulu sebenarnya saya sudah punya. Cuman memang merambat liar, bahkan sempat dibiarkan sama tukang saya. Tapi, pas booming, kami kemasi lagi dan pilih satu-satu yang punya corak bagus untuk dibudidayakan,” tuturnya.

Untuk perawatan, Arifin memang tak sendiri. Ia dibantu oleh anak-menantunya, Galuh Sakti dan Risa Arfiana. Ada beberapa jenis monstera yang terus ia budidayakan mulai dari tunas hingga bisa merambat dewasa. Mulai dari monstera ekornaga, monstera borsigiana, hingga monstera deliciosa.

Khusus untuk borsiagiana dewasa, ia menjual denga harga hingga Rp 8 juta sampai Rp 10 juta per tangkai. Sementara jenis deliciosa, hingga Rp 3 juta pertangkai, sedangkan ekornaga atau monstera lokal mencapai Rp 300 ribu per tangkai.

Meski tak ada patokan khusus, namun Arifin berani memasang harga setinggi itu seiring banyaknya permintaan yang datang. “Sebenarnya tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli, mau tinggi atau rendah. Kalau saya, tergantung yang beli, bisa merawat atau tidak,” tambahnya.

Dia mengaku sudah tiga bulan terakhir ini fokus membudidayakan monstera. Bahkan, dua kali panenan berhasil meraup untung sampai Rp 250 juta dengan ratusan bibit yang sudah ia rawat.

“Yang memasarkan anak saya, kira-kira antara Rp 190 juta sampai Rp 250 juta. Untuk yang bibit usia sebulan, kami biasa menghargai cuman Rp 50 ribu per bibit,” tambahnya.

Untuk perawatan, Arifin mengakui tanaman ini gampang-gampang susah. Dimana, sentuhan tangan dan kesabaran perawatnya menjadi kunci kesuksesan.

Mulai dari penyiraman yang durasinya cukup empat hari sekali. Sedangkan nutrisi, Arifin biasa menggunakan empat campuran jadi satu sebagai medianya.

Mulai dari tanah biasa, pupuk kandang, sekam bakar, dan sekam biasa dengan perbandingan komposisinya merata semuanya. Ditambah juga nutrisi pendukung berupa satu sachet MSG atau micin yang ditabur seminggu sekali. Dsy9

Berita Terbaru

BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

BSI Catat 24,3 Juta Nasabah, Laba Semester I 2026 Tumbuh 11 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 20:48 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 20:48 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026, ditopang peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan …

Bulog Bojonegoro Salurkan Bantuan Beras untuk 640 Ribu Penerima di Tiga Kabupaten

Bulog Bojonegoro Salurkan Bantuan Beras untuk 640 Ribu Penerima di Tiga Kabupaten

Jumat, 21 Agu 2026 19:12 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 19:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro mulai menyalurkan Program Bantuan Pangan (Banpang) tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan…

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, ADS Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Hadir sebagai Saksi Meringankan Thariq, ADS Ungkap Pengerjaan Sejumlah Bangunan Milik Maidi

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 16:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Kesaksian salah satu staff Pemkot Madiun berinisial ADS yang dihadirkan untuk meringankan terdakwa Thariq Megah justru mengungkap f…

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Penjualan Mobil Jatim Capai 25.228 Unit, GIIAS Surabaya 2026 Bidik Pasar Otomotif Jawa Timur

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 15:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Jawa Timur kembali menjadi salah satu pasar penting industri otomotif nasional. Hingga April 2026, penjualan mobil di provinsi ini m…

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Kerja Sama Dindik Jatim dengan HGI Disorot, Afiliasi Korporasi hingga Jejak Higgs Domino Jadi Pertanyaan

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 11:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kerja sama Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan HGI Research Centre dan BOKE Technology di bidang pendidikan, kecerdasan buatan …

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Walikota Mojokerto Ning Ita Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

Jumat, 21 Agu 2026 09:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dalam ajang Koperasi Award 2026 di …