Jerman akan Kirim Oksigen ke India untuk Hadapi Tsunami Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi di India setelah perkembangan covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan.
Kondisi di India setelah perkembangan covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Berlin - Dalam beberapa hari terakhir, penyebaran covid-19 di India mengalami lonjakan yang cukup besar. Bahkan, dalam 24 jam terakhir, India kembali mencatatkan rekor infeksi harian terbaru dengan 349.691 kasus.

Dengan jumlah tersebut, tak ayal banyak rumah sakit yang menolak pasien karena kehabisan oksigen.

Menanggapi hal itu, Jerman akan mengirimkan bantuan berupa oksigen dan bantuan medis ke India dalam beberapa hari mendatang untuk membantu India mengatasi tsunami covid-19.

"Gelombang kedua saat ini sedang menggulung India dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Memang benar bahwa kami bertindak cepat untuk menghentikan masuknya mutasi baru di Jerman," kata Maas.

Mass, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (26/4/2021), mengatakan, Jerman akan melakukan yang terbaik untuk membantu India mengatasi keadaan darurat.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan Kementerian Luar Negeri telah meminta militer untuk menyediakan fasilitas produksi oksigen bergerak serta dukungan untuk mengangkut barang darurat dan bantuan lainnya ke India.

Sementara itu, Jerman diketahui telah mengklasifikasikan India sebagai daerah dengan insiden virus Corona yang tinggi dan juga menempatkan negara itu dalam daftar peringatan terpisah untuk varian virus Corona.

Mulai hari ini dan seterusnya, warga Jerman yang tiba dari India hanya akan diizinkan memasuki negara dengan hasil tes negatif dan kemudian harus memulai karantina selama 14 hari. Wisatawan asing yang datang dari India tidak lagi diizinkan masuk ke Jerman.

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…

Nasionalismenya Luntur 

Nasionalismenya Luntur 

Selasa, 24 Feb 2026 19:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, alias DS selama sepekan ini…