Berawal Iseng, Sulap Sikat Jadi Kerajinan Tangan CreaBRUSH

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengusaha, Susanto. SP/ SBY
Pengusaha, Susanto. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, SURABAYA - Susanto, pemilik kerajinan tangan CreaBRUSH. Awalnya, Susanto hanya iseng mengubah sikat menjadi sebuah replika binatang, motor gede dan berbagai bentuk lainnya. Selain memproduksi sikat menjadi aneka bentuk, Susanto bersama rekannya kemudian membidik bisnis lain yaitu membuat lukisan dari sabuk ijuk kelapa yang merupakan limbah.

Karya miliknya memang tidak langsung diterima oleh masyarakat. Sebagai produk baru, masyarakat masih butuh pengenalan. Namun tidak patah semangat, pihaknya lalu membawa karya tersebut ke pameran-pameran.

"Kami buat coba-coba jadi satu, tawarin ke orang, awalnya nggak ada yang mau beli. Lalu kami buat dalam jumlah banyak dan kami bawa ke pameran ternyata barang habis. Lalu kami pikir kenapa tidak dikembangkan," jelasnya, Rabu (28/4/2021).

Nalai replika yang dibuatnya pun kini memiliki harga yang cukup tinggi. Harganya dibanderol antara Rp 20.000-Rp 50.000 untuk replika binatang. Sementara untuk replika lainnya, disesuaikan dengan pesanan pelanggan dan kesulitan pembuatan.

Perlahan tapi pasti, dengan pemasaran yang dilakukan secara terus menerus, produk lukisan berbahan dasar sabuk ijuk kelapa miliknya disukai oleh masyarakat.

Untuk harga lukisan sendiri, pemilik CreaBRUSH mematok harga sebesar Rp 5 juta sampai Rp 25 juta tergantung bentuk lukisan dan lama pengerjaan yang dibutuhkan. "Kalau lukisan kita, berkisar harga Rp 5 juta sampai Rp 25 juta ya. Tergantung yang mau dibuat apa, dan butuh bahannya berapa banyak," jelasnya.

Sedangkan mengenai pemasaran produk CreaBRUSH lebih banyak dilakukan di dalam negeri. Namun tidak jarang pelanggan dari luar negeri turut memesan. Bahkan, dirinya pernah menolak pesanan dari luar negeri karena alasan tenaga kerja yang kurang.

"Luar negeri bagus tapi pengerjaannya kami yang terkendala. Pernah pameran di Bali, ada orang Brasil order dalam jumlah banyak. Tidak sesuai dengan kemampuan kita mengerjakan dalam tenggang waktu yang ditargetkan, ya sudah tolak tidak sanggup kita kerjakan," jelasnya.

Susanto menambahkan, saat ini sabuk ijuk kelapa bukan lagi limbah karena semakin banyak dimanfaatkan oleh orang. Harga sabuk ijuk kelapa sendiri kini telah mencapai Rp 15.000 per kilogram.

"Banyak kita dianggap limbah, namun bisa dimanfaatkan. Sabuk kelapa ini contohnya, sekarang bukan lagi limbah karena harga-nya telah melebihi harga beras. Harga per kg itu Rp 15.000 per kg. Ke depan mungkin akan semakin naik lagi, kalau semakin banyak kegunaannya," tandasnya. Dsy6

Berita Terbaru

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wali Kota Madiun nonaktif Maidi membantah seluruh keterangan empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pem…

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Norwegia akan menghadapi Inggris pada pukul 4 pagi tanggal 12 Juli di Stadion Miami. Haaland sedang dalam performa gemilang dengan…

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp18.261.445.180. Harta…

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - l Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik, setelah kediamannya…

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung (Kejagung) meminta publik tidak membangun kesimpulan dari informasi yang belum terkonfirmasi. Dia juga berharap…

Periksa Juga Petinggi Penegak hukum yang Terlibat

Periksa Juga Petinggi Penegak hukum yang Terlibat

Kamis, 09 Jul 2026 21:22 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) mendesak Kortas Tipikor Polri agar memeriksa seluruh pihak yang…