866 Santri Asal Bondowoso Mudik Lebaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Total santri Nurul Jadid yang pulang ke Bondowoso sebanyak 866 orang. SP/NJPP
Total santri Nurul Jadid yang pulang ke Bondowoso sebanyak 866 orang. SP/NJPP

i

SURABAYAPAGI, Bondowoso - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengizinkan para santri di wilayah Jatim untuk mudik ke kampung halaman. Maka dari itu, 866 santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo asal Bondowoso melaksanakan mudik lebaran 2021.

Proses pemulangan santri tersebut dibagi menjadi 2 kloter. Untuk santriwati tiba di Bondowoso sekitar pukul 09.00 WIB dan santri sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (28/4) kemarin.

Total santri Nurul Jadid yang pulang ke Bondowoso sebanyak 866 orang. Rinciannya, dari total tersebut ada 539 santriwati dan 327 santri. 

Penjemputan pun dibagi di 6 titik, yakni di Masjid Al-Ikhlas Maesan, Lapangan Tamanan, Gedung EDC Unej Kampus Bondowoso, Balai Desa Wringin, PP Ibrahimi Hamdani Tapen dan Lapangan PG Prajekan.

Lalu ada 25 armada yang mengantarkan kepulangan santri tersebut, yang terdiri dari 19 bus dan 6 mobil elf.

Ketua Penjemputan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Tohari mengatakan pemulangan dan penjemputan santri dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

"Pemulangan santri dikawal tim satgas Covid-19 penuh. Baik dari BPBD Bondowos, Polsek, Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas dibantu oleh para pengurus P4NJ Bondowoso yang terdiri dari para alumni PP Nurul Jadid," katanya.

Pihkanya mewakili seluruh santri, wali santri, alumni dan keluarga besar PP Nurul Jadid mengucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu dan menyediakan tempat penjemputan.

Selain itu, ia mengapresiasi atas partisipasi aktif dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso yang dengan sukarela membantu demi keamanan dan kesehatan santri.

"Kepada semua pihak kami mohon maaf, terutama kepada wali santri dan semua pihak manakala ada ketidaknyamanan dalam proses mudik santri ini," pungkasnya.tn/na

Berita Terbaru

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap…