Tiga Bulan Kudeta Myanmar, 759 Warga Sipil Tewas dan 4.561 Ditahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lima ledakan terjadi di Kotapraja Yankin Yangon pada 1 Mei sore, menandai tiga bulan sejak kudeta Februari. Jumlah korban tidak diketahui. (SP/CJ/@IrrawaddyNews)
Lima ledakan terjadi di Kotapraja Yankin Yangon pada 1 Mei sore, menandai tiga bulan sejak kudeta Februari. Jumlah korban tidak diketahui. (SP/CJ/@IrrawaddyNews)

i

SURABAYAPAGI, Yangon - Tepat tiga bulan atau 90 Hari sudah demonstrasi digelar setelah kudeta para pengunjuk rasa berupaya memprotes kekuasaan militer dan meminta memulihkan demokrasi di Myanmar.  Militer mencoba mengakhiri perbedaan pendapat, namun tetap memaksakan otoritasnya pada rakyat yang sebagian besar menentang kembalinya kekuasaan oleh para jenderal setelah 10 tahun reformasi demokrasi. Aksi unjuk rasa ini semakin mencekam dan setiap harinya menambah korban jiwa dari pihak warga sipil.

Hingga Sabtu (1/5) Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP) mencatat lebih dari 4.561 orang telah ditahan dan sebanyak 759 warga sipil tewas di tangan junta saat melakukan aksi protes damai.

"Tujuan kami, demokrasi, tujuan kami, serikat federal. Pemimpin yang ditangkap bebas," teriak pengunjuk rasa di salah satu dari dua aksi unjuk rasa di kota utama Yangon, dikutip The Strait Times, Sabtu.

Gejolak di Myanmar berawal saat petinggi militer yang dipimpin Jendral Min Aung Hlaing menurunkan paksa pemerintahan sipil hasil pemilihan umum. Tokoh Myanmar, Aung San Suu Kyi, dan sejumlah pejabat sipil lain ditahan, sementara pasukan anti huru hara dan militer diterjunkan menghadang aksi demonstrasi di jalanan.

Sejak kudeta dilancarkan militer pada 1 Februari lalu, ribuan warga Myanmar nyaris tak henti turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut para pemimpin sipil yang ditangkap seperti Penasihat Negara Aung SAn Suu Kyi dibebaskan. Mereka juga menuntut dijalankannya hasil pemilu November 2020 lalu yang memenangkan unsur-unsur sipil atas militer.

Pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi (75 tahun) telah ditahan sejak kudeta bersama dengan banyak anggota partainya.

Selain di Yangon, media melaporkan aksi unjuk rasa damai juga digelar di kota kedua terbesar di Myanmar yakni Mandalay, dan kota selatan, Dawei. Hingga berita ini dimuat oleh Strait Times, belum ada laporan kekerasan junta.

Media melaporkan telah terjadi beberapa ledakan kecil di tempat berbeda termasuk Yangon pada Jumat malam dan Sabtu malam. Tidak ada laporan langsung tentang korban dan tidak ada klaim tanggung jawab.

Seorang juru bicara junta tidak menjawab panggilan untuk meminta komentar. Militer menuduh aktivis pro-demokrasi menanam bom.tst/ana

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…