Provokator Masker, Disanksi Bersihkan Mess Orang Gila

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Press release penangkapan pelaku yang mengumpat orang memakai masker di Pakuwon Mall, Selasa (4/5/2021). SP/Fikri
Press release penangkapan pelaku yang mengumpat orang memakai masker di Pakuwon Mall, Selasa (4/5/2021). SP/Fikri

i

 

Sambil Gendong Bayi, Tuding yang Pakai Masker Bodoh

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah kota Surabaya bersama Polrestabes Surabaya bikin terobosan menarik. Seorang pria muda keren diberi sanksi sosial, gegara provokasi publik di Pakuwon Mall di kawasan Surabaya Barat. Pria yang bertempat tinggal Driyorejo Gresik, pasrah ditugaskan bersih bersih mess orang gila di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya khusus ODGJ.  Sanksi sosial ini diharapkan menjerahkan pria berambut gundul dan pria-pria iseng. Pria gendut ini menyesal dan minta maaf.

Liponsos yang dibersihkan pria ini terletak di kawasan Keputih Surabaya.

Pria berkacamata dengan badan agak gemuk sempat membuat ramai media sosial di Surabaya. Pasalnya dalam tayangan video menampilkan seorang pria berkacamata sedang mengolok-olok pengunjung mall yang memakai masker.

Dalam video yang berdurasi 35 detik itu, pria tersebut terekam tengah melontarkan cacian kepada pengunjung mall yang taat protokol kesehatan. Ia juga menyorotkan kamera kepada pengunjung mall tersebut.

Setelah ditelusuri, pria berkacamata dan bercambang tersebut mengumpat saat berada di Pakuwon Mal Surabaya.

Akibat ulahnya, kini ia diseret ke Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pria bernama Putu Aribawa, warga Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, itu menyampaikan permintaan maafnya di Polrestabes Surabaya.

Sembari berdiri tertunduk, ia pun mengakui kesalahannya di hadapan khalayak dan meminta maaf kepada masyarakat di Indonesia, khususnya Kota Surabaya, atas perbuatan yang sudah dilakukan dalam video yang viral tersebut.

"Saya di sini, atas nama Putu Aribawa, dengan adanya video yang saya upload di Supermall Pakuwon Surabaya, saya meminta maaf kepada masyarakat yang sudah melihat video saya, khususnya masyarakat Kota Surabaya," kata Putu, Selasa (4/5/2021).

Dalam pengakuannya, Putu menjelaskan jika tindakannya tersebut berawal dari keisengan belaka. Dari keisengan tersebut akhirnya ia beropini dan membuat video tersebut di dalam sebuah mall.

"Awalnya iseng, dari opini saya pribadi. Saya meminta maaf jika akhirnya membuat kegaduhan di masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kasatreksrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian Purnomo mengatakan jika kasus ini telah selesai dan yang bersangkutan telah meminta maaf.

"Kita dalami identitas bersangkutan ditindaklanjuti Kapolsek Lakarsantri mengamankan bersangkutan di Driyorejo. Yang bersangkutan sangat menyesali, kami berikan kesempatan ingin meminta maaf kepada masyarakat Surabaya atas perilakunya yang tidak pantas," katanya.

Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto menambahkan, menurut Perwali, apa yang dilakukan Putu adalah pelanggaran dalam prokes, karena dia memprovokasi, mengajak atau menghasut masyarakat untuk tidak memakai masker.

Adapun sanksi yang diberikan, kata Eddy, pelaku wajib melakukan kerja sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Surabaya, selama 1 x 24 jam.

Di sana, pelaku diminta untuk melayani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Putu akan kami ajak ke Liponsos untuk melayani warga yang terlantar maupun gangguan jiwa, tujuannya untuk menimbulkan rasa empati, karena masih banyak saudara kita yang memerlukan bantuan dan kesehatan. Hari ini setelah dari Polrestabes langsung dibawa ke Liponsos," ujar Eddy.

Sementara untuk sanksi administrasi imbuh Eddy, Putu akan dikenakan sanksi seperti biasa sebesar 150 ribu rupiah.

Dalam video yang beredar pada Senin kemarin, Putu mengolok-olok pengunjung mall yang memakai masker.

"Gak pakai masker ya dik ya, orang-orang tolol ini lihat. Kenapa anda tolol sekali," ujarnya.

"Wong goblok (Orang bodoh). Akeh wong goblok gawe masker (Banyak orang bodoh pakai masker). Wong congok-congok, goblok (Orang bodoh-bodoh, goblok)," lanjutnya. fm

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi banjir rob di pesisir kota itu pada 20-30 September 2026 akibat fenomena…

Jukir Tak Ber-KTA Ditertibkan, Digitalisasi Parkir di Surabaya Capai 1.541 Titik

Jukir Tak Ber-KTA Ditertibkan, Digitalisasi Parkir di Surabaya Capai 1.541 Titik

Rabu, 23 Sep 2026 10:08 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat memperluas penerapan digitalisasi layanan parkir di…

Mercedes-AMG Sebanyak 30 unit Ludes di Seluruh Dunia

Mercedes-AMG Sebanyak 30 unit Ludes di Seluruh Dunia

Rabu, 23 Sep 2026 09:09 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mercedes-AMG CLE 646 Spezialanfertigung. Mercedes-AMG hanya dibuat sebanyak 30 unit di seluruh dunia. Namun sebelum debut dunianya pada…

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Moeldoko Kritik Pemerintah

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Moeldoko Kritik Pemerintah

Rabu, 23 Sep 2026 09:07 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengkritik Pemerintah soal insentif kendaraan listrik yang…

Ahli Waris Korban Insiden KMP Virgo Transport 8, Disantuni Rp 70 juta

Ahli Waris Korban Insiden KMP Virgo Transport 8, Disantuni Rp 70 juta

Rabu, 23 Sep 2026 09:05 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ahli waris satu korban korban insiden KMP Virgo Transport 8 meninggal dunia yakni almarhum Surya telah menerima santunan sebesar Rp 70 juta.…

Pemerintah Buka Kualitas Beras Fortifikasi Palsu

Pemerintah Buka Kualitas Beras Fortifikasi Palsu

Rabu, 23 Sep 2026 09:03 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 09:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Modus beras fortifikasi palsu terungkap. Pada 15 September 2026 lalu, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas)…