Dari Modal Rp100 Ribu, Kini Eksis Berbisnis Keripik Pisang Khas Palu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siti Hadra saat menggoreng keripik pisang miliknya. SP/ PL
Siti Hadra saat menggoreng keripik pisang miliknya. SP/ PL

i

SURABAYAPAGI.com, Palu - Siti Hadra merupakan pengusaha keripik Asbal Palu dengan memproduksi keripik pisang. Hadra mengatakan, ia bersama rekannya bernama Ici Arfanika merintis usaha keripik pisangnya tersebut sekitar Januari 2016. Kala itu, kondisi keuangannya lagi seret. Kala itu, uang di kantongnya tersisa Rp 50 ribu saja. 

Berawal dari terdesak kebutuhan ekonomi, menurut sarjana S2 IAIN Palu itu, ia kemudian memutar otak bagaimana caranya agar bisa memperoleh uang untuk bisa menutupi kebutuhan hidupnya, minimal untuk dua sampai tiga pekan mendatang. 

Berbekal uang Rp 100 ribu hasil patungan bersama Ici Arfanita, Siti Hadra mulai memproduksi keripik pisang. Awalnya, produksi keripik pisangnya dijual dalam kemasan dan dijual Rp 2.000 untuk menyesuaikan pasar yang disasar.

Produksi perdana kemasan Rp 2.000 itu katanya, ternyata sangat laris. Pihak tempat penitipan jualan keripiknya kembali meminta untuk dibawakan lagi. Hal ini membuatnya lebih terpacu lagi untuk melanjutkan usaha keripik pisangnya itu. 

Menurut Hadra, kini ia tidak menjual lagi keripik pisang dalam kemasan Rp 2.000 karena produknya sudah dijual dalam bentuk kemasan besar, untuk selanjutnya didistribusikan ke beberapa reseller. 

Beberapa reseller produk keripik pisangnya berada di Luwuk Kabupaten Banggai. Bahkan, ada di antaranya berada di Kalimantan Timur serta Pulau Jawa.

Banyaknya permintaan dari para konsumen untuk dikirimkan keripik pisang ke beberapa daerah, akhirnya usaha yang dirintis oleh Siti Hadra dan Ici Arfanita ini merekrut  beberapa mahasiswa yang tinggal di sekitar tempat dia berproduksi.

Siti Hadra menjelaskan, lokasi yang ditempatinya saat ini menumpang di asrama Mahasiswa Balaesang Kabupaten Donggala. Dengan demikian, mahasiswa yang berada di sekitarnya adalah mahasiswa asal Balaesang Pantai Barat, Kabupaten Donggala.

Mereka itulah yang membantunya memproduksi keripik pisangnya hingga bisa memenuhi pesanan reseller rata-rata 200 kilogram setiap bulan. Di luar kebutuhan reseller, biasanya dipasok keripik pisang hingga 50 kilogram.

Sedangkan untuk pola penggajian terhadap para tenaga kerjanya yang merupakan mahasiswa itu katanya, dihitung dari jumlah biji pisang yang sudah dikupas. Setiap biji dibayar Rp 200. 

Untuk jasa pengantaran pesanan konsumen yang berada di area Kota Palu, lanjutnya, juga tetap memberdayakan mahasiswa yang ada di asrama Balaesang ini. Sebab, setiap produk pesanan yang menggunakan jasa pengiriman dikenakan biaya jasa pengantaran. Dsy9

 

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…