Sidang Perkara Cek Blong

Saksi : Terdakwa Tak Terkait di Akta Pengakuan Utang dan Akad Kredit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terdakwa Indra Tantomo saat mendengarkan keterangan saksi di PN Surabaya. SP/Budi Mulyono
Terdakwa Indra Tantomo saat mendengarkan keterangan saksi di PN Surabaya. SP/Budi Mulyono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Andi Gunawan, dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU) I Gede Willy Pramana. Ketua koperasi simpan pinjam “Putra Mandiri Jawa Timur" itu mengaku kreditur dalam akad kredit adalah George Harijanto.

Awalnya, saksi mengenal terdakwa Indra Tantomo dari ayahnya Kadiono Gunawan. Terdakwa dan George kemudian berencana mengajukan pinjaman sebesar 4 miliar ke koperasi milik saksi untuk dipergunakan bisnis multi level marketing (MLM).

"Waktu itu saya interview terdakwa dan Pak George. Mereka bilang ada bisnis semacam MLM. Untuk jaminannya menggunakan sertifikat atas nama George Harijanto. Lalu saya sampaikan untuk pinjaman diatas Rp 500 juta harus ada jaminan cek," kata Andi saat memberikan keterangannya di PN Surabaya, Kamis (6/5).

Setelah disepakati, kata Andi, dibuatlah akta pengakuan hutang di notaris Tulus. Menurut pengakuannya, saat pembuatan akta tersebut, hadir saksi Andi, Kardiono, George dan terdakwa.

"Waktu itu secara lisan, Pak George menyuruh agar uangnya nanti ditransfer ke Indra saja dihadapan notaris Tulus," katanya.

Setelah itu, terjadilah akad kredit dimana George Harijanto sebagai pihak kreditur. Sedangkan terdakwa hanya sebagai penjamin dengan mengeluarkan cek sebagai jaminan.

"Akad kredit dilakukan paginya, sore setelah saya terima 5 lembar cek atas nama terdakwa sebagai jaminan, lalu uang saya transfer. Alasan kenapa harus pakai cek itu supaya tidak kerepotan menagihnya. Dan cek itu sebagai bukti ada itikad baik," ungkapnya. 

Sri Sudarti, penasihat hukum (PH) terdakwa, kemudian mempertanyakan akta pengakuan hutang dan perjanjian akad kredit, apakah kaitannya kliennya dalam dua bukti tersebut. 

"Memang terdakwa tidak ada dalam dua perjanjian itu. Tetapi terdakwa sebagai penjamin atas pembayaran pinjaman itu," jawabnya.

Saksi menambahkan, perkara ini bermula saat jatuh tempo pembayaran keempat yang terlambat dibayar. Sebelumnya, pada pembayaran pertama, kedua dan ketiga tidak ada masalah. 

"Cek yang kesatu, kedua dan ketiga bisa dicairkan tapi yang keempat itu ditolak. Yang saya tahu waktu itu terdakwa dan Pak George itu ada konflik," jelasnya. 

Lebih lanjut, menurut saksi ia sebetulnya tidak ingin perkara ini berlanjut ke ranah hukum. Waktu terjadi keterlambatan pembayaran itu, saksi sudah berupaya menanyakan kepada terdakwa. Akan tetapi, ia malah dilaporkan oleh George ke Polda Jatim perkara penggelapan sertifikat.

"Waktu itu saya tanya baik-baik,  bagaimana pelunasannya?, malah saya dilaporkan ke Polda sama Pak George," ujar dia. 

Terkait jaminan sertifikat kenapa tidak dilelang saja, saksi mengaku tidak bisa. Sebab, sudah dilaporkan ke Polda. Sedangkan apakah sebelum dijadikan jaminan pinjaman hutang sudah di appraisal, saksi mengatakan sudah.

"Nilainya Rp 6,5 miliar. Pada waktu itu Pak George mintanya 6 miliar kami tidak sanggup. Karena dia mengatakan nilai appraisal sertifikat itu Rp 10 miliar," tegasnya.

Dikatakan saksi, sebelumnya George sempat meminta perdamaian waktu di Polrestabes Surabaya. Perdamaian itu dituangkan dalam perjanjian. Menurut saksi, George menyampaikan aset tersebut akan di take over ke bank." Berjalan tiga bulan ternyata malah tidak terbukti dan kasus saya berlanjut di Polda Jatim. Tapi sudah tiga tahun ini kasus saya tersebut ngambang soalnya saya punya bukti kuat," ujarnya. 

Usai dirasa cukup, saat diminta tanggapannya terkait keterangan saksi, terdakwa membeberkan bantahannya. “Yang peminjam George. Saya disuruh George bikin cek untuk pembayaran. Saya bayar cek pakai uang pribadi saya. Masuk rekening rekening saya atas perintah George saat di perjanjian. Saya juga merasa juga ditipu oleh George,” tandasnya. nbd

Berita Terbaru

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Lansia tewas  Karminem 60 warga Desa Krisik Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, di temukan tewas dalam …

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak…

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari kemenangan 1 Syawal 1447 H / 2026 menjadi kegiatan rutin tiap tahun jelang Idul Fitri, PT Megasurya Mas, membagikan hasil…