Berawal Hobi, Kini Eksis Budidayakan Tanaman Bonsai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sodikin yang tengah merawat tanaman bonsai miliknya. SP/ TRG
Sodikin yang tengah merawat tanaman bonsai miliknya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Di sela kesibukannya sebagai pendamping program keluarga harapan (PKH), Sodikin yang hobi merangkai bonsai ini telaten merawat dan membudidayakan bibit tanaman bonsai. Berkat ketelatenannya tersebut, saat ini dirinya memiliki pelanggan hingga berbagai daerah seperti Bali dan Lombok.

Tanaman bonsai merupakan tanaman kayu yang dikerdilkan, untuk hiasan rumah saja. Namun sedikit yang membayangkan betapa sulitnya dan butuh proses yang panjang untuk membentuk tanaman tersebut agar layak untuk ditampilkan. Hal ini seperti yang dilakukan Sodikin setiap harinya, ketika tugas utama sebagai pendamping PKH telah diselesaikannya, Senin (10/5/2021).

Awal dirinya suka budi daya bonsai tersebut ketika 2006 lalu, namun dirinya tertarik lebih mendalami tanaman bonsai tersebut sekitar tahun 2017-an. Saat itu, ketika bersama teman-teman yang juga penggemar bonsai, dirinya kerap keluar masuk hutan untuk mencari tanaman yang bisa dibentuk menjadi bonsai. Sebab tidak semua tanaman bisa dijadikan bonsai, dalam artian bisa memiliki nilai jual yang bagus.

Untuk proses pencangkokan mirip dengan mencangkok tanaman bertunas lain, yaitu kulit batang dibersihkan hingga terlihat kayu, setelah itu diberi sabut kelapa bersama media tanam. Tak ketinggalan dalam proses itu diberi pupuk organik guna mempercepat pertumbuhan akan pada media yang dicangkok.

Jika dirasa proses percangkoan telah selesai, cikal bakal bonsai dipotong, untuk ditanam kembali pada polibag atau pot. Dalam penanaman ini, yang harus diperlukan terkait kesuburan tanah yang ada, agar tanaman tidak stres dan akar mudah berkembang.

Barulah tanaman diletakan di suatu tempat yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung dan hembusan angin yang terlalu kencang agar mudah beradaptasi. Terkait pembentukan sendiri, tidak bisa langsung dilakukan. Sebab diperlukan waktu tiga sampai 10 bulan untuk memastikan tunas baru yang muncul agar bisa langsung dipotong.

Sedangkan harganya bervariasi, tergantung jenis tanaman dan bentuk bonsai, sebab harga berada di kisaran Rp 500 ribu, hingga jutaan rupiah. Namun dalam hal ini dirinya memilih menjual bonsai belum jadi, atau masih dalam bentuk bibit di polybag. Sebab selain harganya yang relatif lebih murah, hingga banyak peminat, juga proses yang dibutuhkan tidak terlalu lama.

Ternyata keputusannya tersebut untuk menjual bibit bonsai tidaklah keliru. Sebab saat ini dirinya memiliki pelanggan yang tersebar di berbagai daerah yang rutin memesan bibit bonsai darinya. Tak main-main setiap pengiriman minimal sebanyak 100 bibit.

“Saya memperhatikan kondisi bibit ketika mengirimnya, sehingga selama ini tidak ada yang komplain. Sedangkan untuk harganya bervariasi, mulai Rp 15 ribu per bibit, hingga Rp 50 ribu tergantung jenis,” tandasnya. Dsy5

Berita Terbaru

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Tebar Diskon Pajak hingga Bebas Denda

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Tebar Diskon Pajak hingga Bebas Denda

Senin, 17 Agu 2026 18:59 WIB

Senin, 17 Agu 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, …

Upacara Bendera Dalam Rangka HUT Ke-81 RI di Lamongan Berjalan Khidmat, Disertai Pemberian Tali Asih ke Veteran

Upacara Bendera Dalam Rangka HUT Ke-81 RI di Lamongan Berjalan Khidmat, Disertai Pemberian Tali Asih ke Veteran

Senin, 17 Agu 2026 18:09 WIB

Senin, 17 Agu 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Upacara bendera yang digelar oleh Pemkab Lamongan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Alun-alun…

Fokuskan Genangan dan Pengaspalan Jalan, Wali Kota Proyeksikan APBD Rp15 Triliun

Fokuskan Genangan dan Pengaspalan Jalan, Wali Kota Proyeksikan APBD Rp15 Triliun

Senin, 17 Agu 2026 15:13 WIB

Senin, 17 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memproyeksikan total belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027…

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Magetan Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Magetan Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis

Senin, 17 Agu 2026 14:43 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam menyambut perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,…

Pelaksanaan CFD Dongkrak Omzet UMKM, Pemkab Trenggalek Sebut Capai Ratusan Juta

Pelaksanaan CFD Dongkrak Omzet UMKM, Pemkab Trenggalek Sebut Capai Ratusan Juta

Senin, 17 Agu 2026 14:33 WIB

Senin, 17 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Adanya pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) ternyata tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat,…

Bantuan Beras Tahap IV Disalurkan, 14 Ribu Lebih KPM di Kota Mojokerto Jadi Sasaran

Bantuan Beras Tahap IV Disalurkan, 14 Ribu Lebih KPM di Kota Mojokerto Jadi Sasaran

Senin, 17 Agu 2026 13:44 WIB

Senin, 17 Agu 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Sebanyak 14.373 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto menjadi sasaran bantuan pangan berupa beras tahap IV dari Badan…