Gatot Nurmantyo: Presiden Tahu Ada Dugaan Korupsi Helikopter di TNI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gatot Nurmanyo dan Jokowi.
Gatot Nurmanyo dan Jokowi.

i

SURABAYAPAGI, Jakarta- Mantan panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengaku pernah dipanggil Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal dugaan korupsi dan mafia alutsista di TNI.

Saat itu Gatot masih menjabat sebagai Panglima TNI. Gatot mencontohkan polemik pembelian helikopter AW-101. Menurut Gatot, dalam sidang kabinet, Angkatan Udara (AU) mengajukan pergantian helikopter.

Gatot menambahkan, saat itu Jusuf Kalla yang menjabat sebagai wakil presiden menyebut helikopter yang akan dibeli ialah bekas dari India dan harganya mahal.

“Akhirnya keputusan presiden tidak jadi beli,” kata Gatot sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Bang Arief, Sabtu (15/5/2021). Gatot lantas membuat surat agar rencana pembelian helikopter tidak dilanjutkan.

Namun, tiba-tiba helikopter didatangkan sehingga menimbulkan kegaduhan. Gatot lantas dipanggil Jokowi. Saat itu Jokowi bertanya penyebab helikopter datang.

“Saya katakan ‘Pak, keputusan Bapak Presiden untuk tidak dilanjutkan. Saya sudah membuat ke Angkatan Udara bahwa tidak lanjut, tetapi datang seperti ini’,” kata Gatot.

Gatot menjelaskan, saat itu Jokowi bertanya apakah ada kemungkinan korupsi atau tidak. Dia mengatakan bahwa kemungkinan itu ada. Gatot menyebut angkanya minimal Rp 150 miliar.

Menurut Gatot, Jokowi menyebut dugaan korupsi di atas Rp 200 miliar. “Presiden bicara pasti di atas Rp 200 miliar,” ujar Gatot Nurmantyo.mt

Berita Terbaru

Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil

Sesuai Raperda, Kota Malang Tetapkan Tata Kelola Parkir Gunakan Skema Bagi Hasil

Minggu, 15 Mar 2026 12:46 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Berdasarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perparkiran yang sudah dibuat tinggal menunggu pengesahan…

Dinkes Madiun Temukan 13 Kasus Campak, Upaya Vaksinasi Terus Digencarkan per Awal 2026

Dinkes Madiun Temukan 13 Kasus Campak, Upaya Vaksinasi Terus Digencarkan per Awal 2026

Minggu, 15 Mar 2026 11:45 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 11:45 WIB

SURABAYAPAGI,com, Madiun - Setelah adanya temukan sejumlah kasus campak pada awal Tahun 2026, membuat  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga …

Libur Lebaran, Dispendukcapil Tegaskan Layanan Adminduk di Banyuwangi Tetap Buka

Libur Lebaran, Dispendukcapil Tegaskan Layanan Adminduk di Banyuwangi Tetap Buka

Minggu, 15 Mar 2026 11:32 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 11:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Bagi warga Kabupaten Banyuwangi tak perlu khawatir jika ingin mengurus administrasi kependudukan (adminduk) selama lebaran 2026,…

Ramadhan Run Race 2026 Wadah Pemuda Hindari Balap Liar

Ramadhan Run Race 2026 Wadah Pemuda Hindari Balap Liar

Minggu, 15 Mar 2026 09:53 WIB

Minggu, 15 Mar 2026 09:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Balap liar yang kerap meresahkan warga coba dialihkan ke arena yang lebih positif. Melalui Ramadhan Run Race 2026 di Taman Ban…

Tingkatkan Literasi Finansial Sejak Dini, KWEBS Berbagi Santunan di Tiga Panti Asuhan Surabaya

Tingkatkan Literasi Finansial Sejak Dini, KWEBS Berbagi Santunan di Tiga Panti Asuhan Surabaya

Sabtu, 14 Mar 2026 23:45 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:45 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya – Tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia masih perlu d…

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Sabtu, 14 Mar 2026 23:42 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 23:42 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mematangkan rencana kesiapan pemindahan pusat pemerintahaanya ke wilayah Mojosari. Salah …