Baru 358 dari 1.204 PMI yang Pulang ke Tulungagung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dari 1.204 PMI yang direncanakan pulang karena habis kontrak, baru 358 orang yang sudah tiba di Tulungagung. SP/PEMKAB TULUNGAGUNG
Dari 1.204 PMI yang direncanakan pulang karena habis kontrak, baru 358 orang yang sudah tiba di Tulungagung. SP/PEMKAB TULUNGAGUNG

i

SURABAYAPAGI, Tulungagung – Dari 1.204 yang direncanakan pulang karena habis kontrak, baru 358 orang yang sudah tiba di Tulungagung. Maka dari itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung akan melacak keberadaan tenaga kerja migran yang habis kontraknya. Sebab dikhawatirkan mereka akan bertahan di negara penempatan dan menjadi tenaga kerja ilegal.

“Yang kami khawatirkan mereka akan menjadi tenaga kerja kaburan. Tidak ada dokumen resmi di negara penempatan,” terang Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso, Senin (17/5/2021).

Lanjut Agus, para pekerja migran ini mungkin saja memperbarui kontrak kerjanya tanpa pulang ke Indonesia. Proses ini bisa dilakukan dengan bantuan dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan majikan tempatnya bekerja. Karena itu Disnakertrans juga akan mengumpulkan P3MI yang memberangkatkan negara migran asal Tulungagung.

“Kami akan konfirmasi ke perusahaan penempatan, kemana para pekerja migran ini kok belum pulang? Jangan sampai mereka jadi pekerja ilegal dan tidak terlindungi,” tegas Agus.

Diakui Agus, ada modus pekerja migran yang sengaja membuat statusnya ilegal.Mereka biasanya kabur dari agen dengan harapan tidak ada beban membayar biaya pemberangkatan. Padahal status ini sangat berbahaya, karena mereka tidak mendapat perlindungan.

“Itulah sebabnya kami klarifikasi ke P3MI karena mereka bertanggung jawab pada keberangkatan hingga kepulangan pekerja migran,” ucap Agus.

Agus mengingatkan, keberangkatan para pekerja migran ini dilakukan dengan baik-baik. Disnakertrans punya tanggung jawab moral untuk memastikan kondisi setiap pekerja migran. Jika pun mereka memperpanjang kontrak, setidaknya Disnakertrans mendapat pemberitahuan.

“Tanggung jawab pemerintah sudah selesai jika para pekerja migran ini pulang dari negara penempatan,” pungkas Agus.

Data 1.204 pekerja migran yang habis kontrak ini hanya sampai Bulan Mei 2021. Jumlah ini terbesar dari Hongkong sebanyak 435 orang, disusul dari Taiwan sebanyak 381 orang. Terbanyak ke-3 pekerja migran asal Malaysia sejumlah 183 orang, disusul Korea Selatan 64 orang, Singapura 60 orang, Brunei Darussalam 55 orang dan Papua Nugini 14 orang. Sisanya 4 dari Aljazair, 3 dari Arab Saudi, 2 dari Selandia Baru, 2 dari Kuwait dan 1 dari Kepulauan Solomon.tn/na

Berita Terbaru

Payung Hukum Hampir Rampung, Perombakan Dua OPD Kota Mojokerto Segera Bergulir

Payung Hukum Hampir Rampung, Perombakan Dua OPD Kota Mojokerto Segera Bergulir

Kamis, 29 Okt 2026 12:22 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 12:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto bakal melakukan perombakan pada dua organisasi perangkat daerah (OPD). Ini menyusul payung hukum berupa…

Lewat ‘Sarapan Pecel’, Disdukcapil Madiun Optimalkan Layanan Publik Adminduk

Lewat ‘Sarapan Pecel’, Disdukcapil Madiun Optimalkan Layanan Publik Adminduk

Kamis, 29 Okt 2026 12:17 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) program "Sarapan Pecel", Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

Pemkab Magetan Gelar Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Bendahara KDKMP

Pemkab Magetan Gelar Sertifikasi Peningkatan Kompetensi Bendahara KDKMP

Kamis, 29 Okt 2026 12:10 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 12:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akurat, dan akuntabel di tingkat desa dan kelurahan, ‎Pemerintah Kabupaten (…

Dari Tangki ke Kualitas Air, Electrolux Buka Mata Konsumen soal Pentingnya Pengurasan

Dari Tangki ke Kualitas Air, Electrolux Buka Mata Konsumen soal Pentingnya Pengurasan

Kamis, 29 Okt 2026 12:07 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 12:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebersihan air untuk mandi tidak hanya bergantung pada sumber air, tetapi juga kondisi perangkat yang digunakan untuk menampung dan m…

Cegah Penyimpangan, Pemkab Pantau Distribusi BBM di SPBU Pamekasan

Cegah Penyimpangan, Pemkab Pantau Distribusi BBM di SPBU Pamekasan

Kamis, 29 Okt 2026 11:56 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti agar antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tidak terulang kembali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lewat kegiatan Festival Literasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berupaya mendorong minat baca siswa SD dan SMP,…