Berawal Iseng, Kini Sukses Bisnis Handicraft Hingga Ekspor Australia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Trinanda Kusuma yang sedang menunjukkan produk kerajinan tangan produksinya. SP/ BDS
Trinanda Kusuma yang sedang menunjukkan produk kerajinan tangan produksinya. SP/ BDS

i

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Trinanda Kusuma yang awalnya hanya iseng dalam memulai bisnis kerajinan tangan (handicraft) kini sukses di bidang tersebut. Bahkan, produk handicraft  produksi warga Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sudah diekspor ke Australia.

"Awalnya sih iseng saja, ada teman baru pulang dari Bali, dan datang ke rumah, lalu ngajak bisnis. Karena bingung, akhirnya iseng saja buat handicraft untuk dikirim ke Bali," jelasnya, Selasa (18/5/2021).

Andre yang menggeluti usaha kerajinan tangan tersebut sudah sejak tahun 2011 itu, kemudian membuat kerajinan tangan untuk dibawa ke Bali.

"Saya akhirnya buat 10 biji dulu, lalu saya bawa ke Bali. Waktu itu saya buat handicraft berupa bumerang, karena akan dikirim ke Australia," katanya.

Jalan Andre membangun usaha tersebut tidak mulus, sebab, selama empat bulan lamanya, tidak ada kabar dari Bali, apakah produk yang dia titipkan laku atau tidak.

"Waktu itu saya nunggu hingga empat bulan, karena lama akhirnya saya menghubungi distributor di Bali, tanya apakah barang saya laku atau tidak. Ternyata begitu ditanya, barang saya tidak laku karena kualitasnya kurang baik," ungkapnya.

Andre pun tidak mudah menyerah dan mulai memperbaiki kualitas produknya supaya bisa dilirik oleh pembeli. Akhirnya, kerja keras Andre membuahkan hasil, sebab banyak wisatawan mancanegara terutama dari Australia yang menyukai produknya.

"Waktu itu saya langsung dikontak distributor di Bali, dan langsung order cukup banyak. Waktu itu order pertama saya cukup besar yakni Rp 70 juta. Kaget saya, karena cukup banyak juga, apalagi pemula seperti saya," sebutnya.

Tawaran tersebut dikerjakan dalam waktu dua bulan, karena jumlahnya cukup banyak, mencapai 10.000 handicraft. Seluruh handicraft yang saya buat langsung diekspor ke sana (Australia) oleh distributor saya," tambah dia. Andre mengaku dirinya terus mengembangkan usaha tersebut dengan membuat sejumlah terobosan dan menjaga kualitas.

"Alhamdulillah, saat ini saya bisa membantu tetangga, teman, dengan ikut bersama- sama bekerja disini. Total ada 20 orang yang kerja di sini," ucapnya.

Selain handicraft, industri kreatif lain yang saat ini sedang berkembang di Bondowoso adalah batik. "Motif batik Bondowoso cukup kaya dan sangat beragam. Banyak wisatawan asing yang datang kesini, dan mereka membeli batik khas Bondowoso," ucapnya.

Untuk itulah, Sinung berharap kepada pemerintah daerah, untuk lebih serius mengawal produk lokal Bondowoso, dan ikut memasarkan ke luar. "Mereka harus di-support terus, jangan dibiarkan. Dsy4

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…