Penggerak Anak-anak Muda, Hiasi Jalanan Desa dengan Lampion

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Zainul Arifin. SP/ TRG
Zainul Arifin. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Idul Fitri tahun ini harus dirayakan dengan situasi yang serba terbatas. Sebab adanya larangan mudik untuk mengurangi lonjakan wabah Covid-19 tersebut membuat sanak saudara tidak bisa berkumpul lengkap dan bersilaturahmi dengan keluarga.

Namun taka da alasan bagi Zainul Arifin, salah satu penggerak anak-anak muda di Desa Sukowetan mengatakan, aktivitas menghias jalan desa dengan lampion menjelang Lebaran adalah sebuah tradisi. Di tahun-tahun sebelumnya, warga desa gotong-royong membuat lampion.

Bedanya, lampion tahun ini, berawal dari ide yang muncul pada Lebaran tahun lalu. Hiasan lampion tahun ini berbeda karena memiliki bentuk yang bervariasi, seperti sepeda, huruf, roda, dan sebagainya. Variasi lampion dengan bentuk sepeda karena sepeda menjadi simbol yang diartikan media berolahraga.

Olahraga menjadi aktivitas penting di tengah pandemi karena olahraga dapat menambah kekebalan tubuh agar tak mudah terserang penyakit. "Sehingga masih selaras dengan cara menjaga imun tubuh di tengah pandemi Covid-19," kata dia, Selasa (18/5/2021).

Selain itu, pembuatan bentuk lampion itu tergantung kreativitas warga. Sehingga bentuk-bentuk lampion di tiap RT bisa berbeda. Perbedaan itu, kata Zainul, justru bisa menambah keindahan agar tidak terkesan monoton. "Inisiatifnya kawan-kawan biar agak beda. Lampu plengkung kan udah biasa," sambungnya.

Diakuinya, ada beberapa titik lampion yang belum dipasang, namun dalam waktu dekat akan segera terselesaikan. "Anggaran dari warga, tidak dipatok berapa iurannya. Namun apabila dihitung dari nol itu bisa sampai Rp 3 juta," ucapnya. 

Hiasan lampion unik di Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, menurut Zainul, belum diketahui bisa menjadi wisata desa atau tidak. Menurut dia, latar menghias jalan dengan lampion ini adalah budaya menjelang Lebaran saja.

"Tergantung tanggapan dari warga dan masyarakat luar. Apabila ada masukan untuk dibuat wisata desa, tidak apa," ujarnya. 

Sembari menikmati keindahan lampion, Zainul menuturkan, terselip hikmah yang dapat dipetik ketika warga semangat menghias jalan dengan lampion. Menurutnya, hikmah yang terkandung adalah nilai kegotongroyongan. Itu dibuktikan ketika warga semangat mulai dari iuran sampai turut membantu saat memasang lampion. "Itu 100 persen dana dari warga RT 03 dan usaha sendiri," tutupnya. Dsy8

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…