SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Masyarakat kembali harus menahan untuk menggelar tradisi saat lebaran karena pandemi yang belum usai. Salah satu tradisi lebaran yang ditiadakan yakni ski lot atau ski di atas lumpur yang selalu dilakukan warga di Pasuruan saat lebaran.
Tradisi ski lot di Pasuruan sudah digelar sejak 25 tahun silam. Tradisi ini terpaksa ditiadakan pasalnya, jika digelar akan menyedit ribuan pengunjung.
“Berdasarkan rapat koordinasi, Muspika Lekok memutuskan kembali meniadakan ski lot karena masih pandemi covid-19,” kata Camat Lekok Fauzan, Selasa (18/5).
Ski lot yang berarti bermain ski di atas 'celot' alias lumpur biasanya diikuti pria dewasa. Lomba adu cepat meluncur dengan papan di atas lumpur ini digelar setiap lebaran Ketupat atau hari ketujuh Idul Fitri.
Tradisi ski lot berawal dari kegiatan para nelayan yang mencari kerang atau kepiting di laut dengan menggunakan papan. Para nelayan bersuka-cita adu cepat mengumpulkan tangkapan.
Dalam perkembangannya apa yang dilakukan oleh para nelayan menjadi perlombaan. Perlombaan tahunan itu, akhirnya dikenal ski lot yang ada saat ini.
"Tahun lalu ski lot juga ditiadakan. Dengan demikian sudah dua tahun ini ski lot tidak dilaksanakan. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga tradisi ski lot ini bisa kembali digelar," terang Fauzan.
Selain ski lot, tradisi petik laut dan lomba perahu hias di Lekok juga ditiadakan. Sejumlah spanduk pengumuman peniadaan beberapa kegiatan tahunan juga dipasang di berbagai lokasi.
"Termasuk Pantai Karang Hitam juga kita tutup," pungkas Fauzan.
Editor : Moch Ilham