Sukses Berbisnis Batik Madura Beromzet Ratusan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siti Maimona, pengrajin batik asli Madura. SP/ MDR
Siti Maimona, pengrajin batik asli Madura. SP/ MDR

i

SURABAYAPAGI.com, Madura - Siti Maimona yang merupakan pengrajin batik asli Madura memulai bisnis batik dengan modal terbatas hasil berutang ke bank Rp 5 juta. Namun kini berkat ketelatenannya, Maimona sudah mampu mempekerjakan 400 karyawan yang tersebar di gerai miliknya yang berada di Jakarta hingga Bali hingga memiliki total 8 gerai menjual Pesona Batik Madura.

“Dengan mempekerjakan 400 karyawan dapat menghasilkan omset penjualan kami hingga Rp 300 juta per bulannya. Dan kita sudah dapat mengekspor ke Jepang sejak 2004,” paparnya, Rabu (19/5/2021).

Maimona kini ia melanjutkan usaha keluarga yang diberi nama Pesona Batik Madura tersebut, berkembang sedikit demi sedikit sehingga kini berhasil berkembang pesat. Bahkan, usahanya telah berskala internasional dan menyerap pekerja dari kampung di sekitarnya.

Kain batik Genthongan memiliki corak khas pesisir yang melambangkan kota Madura, biasanya didominasi warna oranye, merah, dan biru muda. Harga batik yang dijual Maimona berkisar Rp 60.000 hingga Rp 9 juta per meternya. Dengan rentang harga tersebut, pihaknya dapat memproduksi 5.000 potong kain per bulan.

“Untuk produksinya sendiri tidak ada kendala bahan baku karena kita mendapatkannya dari Solo. Kebanyakan pelanggan domestik maupun internasional menyukai warna terang dan motif seperti burung, bunga dan pesisir,” ungkap Maimona.

Pelanggannya pun mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat khusus yang sering memesan produksinya, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Pak SBY serta isterinya Bu Ani juga pernah pesan sampai dengan selebritis seperti Ayu Azhari,” kata dia.

Dalam mempertahankan pangsa pasar usahanya, wanita akrab disapa Mai ini hanya mengandalkan ide kreatifnya untuk mengeluarkan produk terbarunya. Karena itu dia percaya kain yang dia jual memiliki ciri khas.

“Saya sendiri yang mendesain dengan selalu mengkombinasikan motif batik lama dengan baru namun tetap dengan kualitas terbaik agar para pelanggan tidak merasa bosan. Makanyanya setiap bulan kami mengeluarkan motif baru dan itu sedikit produksinya agar limited,” katanya.

Selain itu, bagi Maimona, kunci kesuksesannya adalah tidak sekadar cari untung. Dia mengatakan, karena sejak awal memberdayakan tetangganya, usaha inipun berkembang.

“Sebagai pengrajin dalam industri UKM jangan hanya patokannya pencari uang atau keuntungan semata. Namun, dapat menyejahterakan perekonomian daerah sekitarnya untuk mengurangi pengangguran khususnya,” tandasnya.

Keberhasilan Maimona menarik minat PT Semen Gresik (Persero) Tbk sejak enam tahun lalu untuk membina usahanya. Kini, perempuan ini berharap, dengan bantuan BUMN itu, batik dari kampung halamannya bisa lebih mendunia.

“Selama ini Semen Gresik selalu berperan mempromosikan sektor usaha saya. Mudah-mudahan ke depannya dapat juga mempromosikan di seluruh dunia,” kata Maimona. Dsy3

Berita Terbaru

Dari Bumi Mojopahit untuk Indonesia, Walikota Ning Ita Langitkan Doa Bersama Peringati Dua Tahun Prabowo - Gibran

Dari Bumi Mojopahit untuk Indonesia, Walikota Ning Ita Langitkan Doa Bersama Peringati Dua Tahun Prabowo - Gibran

Rabu, 21 Okt 2026 06:11 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan dalam rangka memperingati dua tahun pe…

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…