SURABAYAPAGI.com, Kediri - Doni Setiawan merupakan lulusan SMK di Kota Kediri yang dulunya sebagai karyawan hingga menjadi tukang cukur rambut hingga akhirnya memutuskan untuk berbisnis sendiri dan kini sukses mengeluti usaha Bakpia Almair sejak tahun 2015 lalu, hingga mampu merambah pasar Jawa Timur.
Awal mulai nya berbisnis Bakpia dengan melakukan eksperimen berulang kali namun gagal. Tapi, dengan modal nekat dan mencoba belajar menjadi pengusaha akhirnya membuahkan hasil.
”Resep bakpia yang saya dapat, bersumber dari internet yang kebetulan lagi populer di masyarakat saat itu. Dari sinilah, saya memberanikan diri merintis usaha Bakpia Almair. Meski hanya lulusan SMK, saya menampilkan ciri khas tekstur lembut dan berbeda dari bakpia lainya,” ujarnya, Rabu (2/6/2021).
Sedangkan untuk varian Bakpia Almair, Doni menyediakan pilihan rasa kacang hijau dikemas dalam kotak, dengan harga Rp 9 ribu berisi 10 biji. Dan, masa bertahanya Bakpia bisa mencapai 6 hari serta dijamin tanpa bahan pengawet.
”Cocok sebagai oleh-oleh atau camilan pada saat berwisata. Namun, ditengah pandemi corona saat ini, usaha yang dirintisnya mengalami penurunan pelanggan, hingga mempengaruhi jumlah produksi bakpia. Ya, hanya bisa berharap, semoga pandemi corona segera berakhir, hingga kembali menikmati usaha yang normal seperti sebelumnya” pungkasnya.
Saat ini ia juga berhasil mengkaryakan 20 orang karyawan yang berasal dari warga sekitar, dengan hasil produksi hampir 1000 kotak, tiap harinya.Tentunya, langkah ini sebagai hal positif untuk membantu perekonomian keluarga.
”Untuk pemasaran sendiri, saya sudah merambah ke semua daerah baik di Kota dan Kabupaten se Jawa Timur. Bahkan, pengalaman menarik selama berwirausaha, saat awal membuka usaha 5 tahun lalu, sudah mendapat pesanan 1000 kotak lebih,” jelasnya. Dsy3
Editor : Redaksi