Penyekatan Jembatan Suramadu

Tak Berkepentingan, Warga Madura dan Surabaya Diminta Tunda Perjalanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tenda BPBD beserta Petugas di Penyekatan Suramadu. SP/ANGGA MUHAMMAD
Tenda BPBD beserta Petugas di Penyekatan Suramadu. SP/ANGGA MUHAMMAD

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengimbau kepada warga baik Madura arah Surabaya maupun sebaliknya, untuk menunda perjalanan bagi yang tidak berkepentingan. Pasalnya, saat penyekatan Minggu (6/6) terdapat pengendara tidak memiliki kepentingan. 

"Kita menjaga, jangan sampai nanti kita bobol. Kemudian ada orang positif, kemudian menulari lainnya," kata Ganis, Senin (7/6). 

Ganis juga mengimbau, bagi warga yang hendak berziarah hingga hanya sekedar jalan-jalan melintas Suramadu untuk ditunda. Jika bisa, hingga keadaan kembali stabil lagi. 

"Kami mohon maaf, untuk yang ziarah-ziarah mungkin setidaknya memperhitungkan demi keselamatan, mungkin bisa dipending terlebih dahulu," jelasnya. 

Ia juga berharap kepada masyarakat, baik masuk Surabaya atau menuju Madura untuk memperhitungkan dulu keperluannya apa. Jika pun mendesak juga harus memastikan diri apakah sudah aman dan sehat. 

"Jika mendesak harus bisa meyakinkan diri mereka aman dan sehat. Kalau dia sehat berarti dia tidak menulari orang lain. Jika tidak ada kepentingan lebih baik di rumah dulu, itu lebih baik," harapnya. 

Berdasarkan data yang diterima oleh Surabaya Pagi, Sebanyak 83 orang dinyatakan positif antigen COVID-19 dari hasil tes swab antigen di pintu keluar Jembatan Suramadu dari Madura ke arah Kota Surabaya maupun sebaliknya..

Tes swab massal ini dilakukan di tengah penyekatan arus lalu lintas bagi warga di luar penduduk yang akan masuk ke wilayah Madura dan ke Surabaya.

Diketahui, Suramadu arah Surabaya dijaga ketat tiga shift sejak Sabtu (5/6) malam. Penjagaan dan penyekatan ini dilakukan selama 24 jam oleh personil gabungan. Yaitu dari Polres, Brimob Polda, Satpol PP, Linmas, dan Dinkes. (ang)

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…