90 CPDB Jalani Seleksi PPDB Jalur Prestasi Penghafal Kitab Suci

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelajar penghafal kitab suci Al Quran menjalani tes hafalan untuk mendaftar mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dari jalur prestasi di Kota Surabaya, Senin (7/6/2021).SP/HUMAS PEMKOT SURABAYA
Pelajar penghafal kitab suci Al Quran menjalani tes hafalan untuk mendaftar mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dari jalur prestasi di Kota Surabaya, Senin (7/6/2021).SP/HUMAS PEMKOT SURABAYA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya memulai seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi untuk penghafal kitab suci mulai Senin (7/6/2021) hingga Rabu (9/6/2021). Sebanyak 90 Calon Peserta Didik Baru (CPDB)  mengikuti jalannya seleksi yang dibagi selama 3 hari. Berkerjasama dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, seleksi dipusatkan di Kantor Kemenag Surabaya.

Dalam pelaksanaan seleksi Kemenag menyiapkan 11 juri. Masing-masing agama dijuri oleh 2 orang kecuali Konghucu yang hanya 1 orang. 

"Kami menerjunkan tim juri yang kompeten dalam menyeleksi. Kami memang memiliki penyuluh semua agama, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu," kata Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram di Surabaya, kemarin.  

Husnul memantau langsung jalanan seleksi yang masing-masing agama dilakukan secara terpisah. Pada hari pertama, ada 44 orang calon siswa yang mengikuti seleksi. 

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta. Menurutnya, masing-masing calon siswa memperlihatkan hafalan yang cukup baik. 

"Saya sangat kagum kepada anak-anak kita. Masih SD/Ibtidaiyah tapi sudah menghafal Al-Qur'an dari Juz 1, 2, 3, hingga Juz Amma. Ini luar biasa," katanya. 

"Dari agama lain pun, misalnya Hindu, kami juga dibuat kagum. Bukan sekedar menghafal bacaannya, namun juga dengan bahasa tubuh," katanya. 

Pihaknya berharap mereka bisa menjadi motivasi siswa lain untuk ikut menghafal Kitab Suci. Bukan sekadar menghafal, namun juga mengamalkan. 

"Mereka bisa mendalami, meresapi, isi dari Kitab Suci. Insya Allah menjadi modal berharga bagi mereka serta generasi penerus bangsa," katanya. 

Para calon siswa datang dari sejumlah kawasan di Surabaya. Targetnya, masuk sejumlah SMP favorit. 

Misalnya, Raras Wedasari, siswi 12 tahun yang memimpikan masuk SMPN 1 Surabaya.

Siswi beragama Hindu ini mengaku sudah belajar menghafal sejak kelas 3 SD. 

"Kami ada latihan secara periodik dengan teman-teman lain di dekat tempat tinggal. Saya latihan menghafal sejak kelas 3 SD," katanya. 

Ia berharap ikhtiarnya berbuah manis. "Saya ingin sekali bersekolah ini karena selain bagus, kakak saya juga bersekolah di sana," kata siswi penyuka ajaran matematika ini. 

Pun begitu halnya dengan Kamandaka. Siswa muslim yang mengaku sudah menghafal sejumlah Juz di Al-Quran. "Agak gugup. Tapi, kami optimistis bisa lolos," kata Kamandaka yang diantar oleh ayahnya. 

Plt. Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Dispendik Surabaya Tri Aji Nugroho menjelaskan, total pendaftar jalur prestasi penghafal kitab suci sebanyak 90 peserta.

Rinciannya, pendaftar Agama Islam sebanyak 34 siswa, Agama Hindu 11 siswa, Agama Katolik 9 siswa, dan Agama Kristen 36 siswa.

“Secara umum, ketentuan jalur penghafal kitab suci dapat diikuti oleh Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang memiliki kartu keluarga Kota Surabaya serta sudah melakukan validasi dan mendapatkan PIN pendaftaran,” jelasnya.

Aji mengungkapkan, peserta yang lulus tes hafalan kitab suci langsung menerima surat keterangan dari Kemenag Kota Surabaya. Surat keterangan tersebut menerangkan bahwa peserta dengan hasil tes lulus. 

Dengan demikian, siswa tersebut dapat mendaftar jalur prestasi penghafal kitab suci ketika pendaftaran sudah dibuka pada 16-20 Juni mendatang.tn/na

 

Berita Terbaru

Kapolres Blitar Ajak Siswa Disiplin untuk Jadi Generasi Penerus Bangsa yang Berkualitas

Kapolres Blitar Ajak Siswa Disiplin untuk Jadi Generasi Penerus Bangsa yang Berkualitas

Senin, 24 Agu 2026 12:22 WIB

Senin, 24 Agu 2026 12:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar.Kapolres Blitar AKBP Ardy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., S.H., menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara bendera hari Senin di SMAN…

Dengan Pola, Sistem Lost and Found, KAI Daop 7 Madiun Amankan 657 Barang Ratusan Juta Milik Penumpang

Dengan Pola, Sistem Lost and Found, KAI Daop 7 Madiun Amankan 657 Barang Ratusan Juta Milik Penumpang

Senin, 24 Agu 2026 12:20 WIB

Senin, 24 Agu 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sejak awal bulan Januari sampai Bulan Juli 2026, PT KAI (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengamankan barang barang milik penumpang…

Dituding Mematikan Fungsi Lapangan, Ini Penjelasan Kades Piryantono

Dituding Mematikan Fungsi Lapangan, Ini Penjelasan Kades Piryantono

Senin, 24 Agu 2026 11:28 WIB

Senin, 24 Agu 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Polemik lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Janti, Kecamatan Tarik yang dituding bakal mematikan fungsi…

Warga Punjul Tolak Pengembangan TPST, Mengaku Tak Dilibatkan dalam Musyawarah

Warga Punjul Tolak Pengembangan TPST, Mengaku Tak Dilibatkan dalam Musyawarah

Senin, 24 Agu 2026 10:30 WIB

Senin, 24 Agu 2026 10:30 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - ‎Ratusan warga RW 07 Dusun Punjul lakukan aksi unjuk rasa di kantor kelurahan Bangunsari Kecamatan Dolopo, Minggu (23/8/2026) mala…

Alat Bukti Baru Ditemukan (22/8), Konstruksi Perkara Fiktif Terkuak

Alat Bukti Baru Ditemukan (22/8), Konstruksi Perkara Fiktif Terkuak

Senin, 24 Agu 2026 07:58 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:58 WIB

"Becik ketitik, olo ketoro. Yang baik akan kelihatan titiknya, yang jahat akan kelihatan nyata kebusukannya.”   SURPRISE!! Ada penemuan barang bukti baru sa…

Orang Kaya Kejam, Anggap Kebal Hukum 

Orang Kaya Kejam, Anggap Kebal Hukum 

Senin, 24 Agu 2026 07:56 WIB

Senin, 24 Agu 2026 07:56 WIB

DI awal sebuah kisah, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pria yang dituduh menghambur-hamburkan hartanya (1b). Kemudian Yesus menegur…