Melongok Sentra Wisata Kuliner Binaan Pemkot (7)

Penghasilan Pelaku UMKM SWK Kendung Sehari Cuma Rp 12 Ribu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi di SWK Kendung, tampak taman dan lokasi plakat SWK Kendung yang tertutup pohon dan tiang. SP/Anggadia
Kondisi di SWK Kendung, tampak taman dan lokasi plakat SWK Kendung yang tertutup pohon dan tiang. SP/Anggadia

i

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk meningkatkan roda perekonomian masyarakat meski di masa pandemi Covid-19 ini. Terutama kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan yang terdampak pandemi, sehingga membuat omzet penjualan mereka menurun.

Sayangnya, menurut pantauan Surabaya Pagi hal tersebut tidak tercermin di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kendung yang terletak di Jalan Raya Kendung, Sememi, Benowo Surabaya. SWK yang berposisi di depan Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada tersebut tampak tak terurus di bagian depan. Taman yang dipenuhi rumput mati dan septictank yang menonjol keluar tanah adalah pemandangan yang dilihat saat pertama kali mengunjungi tempat ini.

Suyanto, selaku koordinator SWK Kendung mengatakan bahwa saat ini pedagang membutuhkan penerangan dan taman yang dibersihkan sehingga terlihat dijalan.

"Disini kita butuh penerangan mas, di tengah (parkiran) ini kalo malam gelap sekali mas, trus nama SWK itu kan kecil walaupun sudah dikasih lampu ya ndak kelihatan lokasinya juga ndak enak menurut saya kehalang pohon gitu mas. Harusnya dibikinkan yg besar yang kelihatan jadi orang bisa tau", ujar Suyanto saat ditemui Surabaya Pagi Rabu (9/6).

Selain mengeluhkan perkara fasilitas di SWK Kendung yang dianggap kurang, Suyanto juga bercerita bahwa selama ini para pedagang di SWK sempat menyerah karena dihantam pandemi dan tidak dapat bantuan dari Pemkot Surabaya.

"Dapat bantuan hanya sekali pas pandemi mas, bantuannya Rp 2,4 juta. Tapi, kami sepi ini mulai bulan Februari 2020 hingga baru rame ya barusan dua minggu ini mas," ujar Suyanto.

Ia menambahkan para pedagang sempat menyerah dengan tidak berjualan kembali dan hanya tersisa tiga pedagang di SWK Tersebut.

"Sampek sisa 3 pedagang aja mas yang bertahan waktu itu sangking sepinya", ujar Suyanto menambahkan.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh salah satu pedagang di SWK Kendung yang masih bertahan dari awal. Ia menceritakan waktu pandemi penghasilannya pernah hanya Rp 12 ribu sehari.

Suyanto berharap kedepannya Pemkot Surabaya lebih peduli terhadap SWK Kendung. Ia mengaku sudah sering didatangi dan ditanyai petugas dari Dinas Koperasi Surabaya tentang kebutuhan SWK Kendung. Tapi, hingga sekarang tidak ada yg terealisasi.

"Belum pernah ada bantuan promosi, katanya kemaren mau dikasih electone cuman mungkin karena sepi jadi ga dikasih. harapannya ya tolong lebih diperhatikan mas, di majukan supaya pengunjung datang rame bisa bantu perekonomian kita juga. Kalo bisa pak Eri langsung datang kesini buat lihat dan mendengar kami," tutup Suyanto. ang/cr3/rmc

 

Berita Terbaru

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai…

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Di tengah banyaknya generasi milenial yang memilih kerja di kantoran atau kerja lainnya, justru pemuda asal Dusun Klumpit, Desa…

Periode Tahun 2026: DPRKP Ngawi Anggarkan Rp4,3 M untuk Bangun 215 Unit RTLH

Periode Tahun 2026: DPRKP Ngawi Anggarkan Rp4,3 M untuk Bangun 215 Unit RTLH

Selasa, 14 Apr 2026 13:05 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Dalam rangka meningkatkan kualitas hunian agar aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Pemerintah Kabupaten…

LPG 3 Kg di Jombang Mulai Langka, Disdagrin: Dampak Perang Dunia yang Memanas

LPG 3 Kg di Jombang Mulai Langka, Disdagrin: Dampak Perang Dunia yang Memanas

Selasa, 14 Apr 2026 12:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Jombang, JAwa Timur,…

Heboh di Medsos! Penampakan Munculnya Buaya di Kawasan Mangrove Picu Kekhawatiran Warga

Heboh di Medsos! Penampakan Munculnya Buaya di Kawasan Mangrove Picu Kekhawatiran Warga

Selasa, 14 Apr 2026 11:55 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya penampakan buaya di kawasan mangrove Surabaya. Perekam juga…

Viralnya Harga Plastik Ugal-ugalan, UMKM di Sentra Jajanan Lumajang Pilih Gunakan Daun Pisang

Viralnya Harga Plastik Ugal-ugalan, UMKM di Sentra Jajanan Lumajang Pilih Gunakan Daun Pisang

Selasa, 14 Apr 2026 11:46 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Maraknya harga plastik yang melonjak ugal-ugalan kian dirasakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang saat ini…