Kata Pakar Soal Alasan Warga Madura Tak Percaya Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga saat mengisi dokumen pemeriksaan tes swab antigen. SP/Sem
Warga saat mengisi dokumen pemeriksaan tes swab antigen. SP/Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tepat tanggal 7 Juni 2021, sebanyak 13 orang warga asal Bangkalan dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya untuk menjalani proses perawatan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Ke-13 orang ini diketahui positif pasca pemeriksaan swab oleh tim satgas covid-19 di Jembatan Suramadu. Yang menarik adalah mereka yang positif tidak percaya oleh virus covid-19.

Bahkan Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV, pun sempat heran dan kaget saat mendengar hal tersebut.

"Saya heran dan prihatin, karena ke-13 orang itu tak percaya dan menganggap bahwa Covid-19 itu tak ada," kata dr. Nalendra kepada Surabaya Pagi belum lama ini. 

Tidak percayanya warga Madura terhadap virus corona, bukan tanpa sebab. Pengamat media dan Doktor Ilmu Komunikasi Dr. H. Dhimam Abror Djuraid, menjelaskan, alasan orang Madura tidak percaya pada Covid-19 disebabkan oleh dua hal. Pertama adalah agama dan berikutnya budaya.

Secara agama, warga Madura menganggap Covid-19 membuat mereka semakin meninggalkan kewajiban sebagai seorang Muslim.

"Orang Madura tidak percaya kepada covid karena dianggap menjauhkan orang dari masjid dengan adanya larangan [shalat] berjamaah di masjid. Selain itu warga Madura pasti kecewa karena terawih dibatasi, shalat idul fitri dibatasi dan halal bihalal dilarang," kata Dhimam Abror kepada Surabaya Pagi, Rabu (16/6/2021).

Berikutnya dari segi budaya, menurut Dhimam, orang Madura memiliki budaya 'toron' atau mudik saat lebaran. Oleh karenanya ketika mudik dilarang, maka warga akan sangat kecewa dan hilang kepercayaan terhadap pemerintah.

"Faktor trust (kepercayaan) sangat penting. Kalau kurang terhadap pemerintah, meskipun komunikasi pakai bahasa madura belum tentu didengar karena tidak ada trust," katanya

Oleh karenanya, ia menjelaskan, tugas yang paling penting saat ini adalah memikirkan cara agar warga Madura punya trust kepada pemerintah sehingga warga dapat taat dan melakukan apa yang diminta khususnya terkait protokol kesehatan.

Salah satu yang ditawarkan Dhimam adalah dengan menggunakan leader informal sebagai penyambung lidah pemerintah. Karena secara budaya, masyarakat Madura lebih percaya kepada pemimpin informal daripada pemimpin formal yang berasal dari pemerintahan.

"Karena itu supaya komunikasi bisa lebih efektif harus melibatkan informal leader dan traditional leader yaitu kiai, ulama, klebun (kepala desa), dan blater atau jawara di desa," pungkasnya. Sem

 

Berita Terbaru

Megawati Saksikan 30 Tahun Kudatuli Secara Daring

Megawati Saksikan 30 Tahun Kudatuli Secara Daring

Selasa, 28 Jul 2026 03:19 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 03:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyaksikan jalannya memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli,…

Febrie Adriansyah, Mulai Dikunjungi Keluarga

Febrie Adriansyah, Mulai Dikunjungi Keluarga

Selasa, 28 Jul 2026 03:16 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 03:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – BEKAS Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Senin (27/7) mulai dikunjungi keluarga dan k…

Pengembangan Realme UI Beralih ke ColorOS

Pengembangan Realme UI Beralih ke ColorOS

Selasa, 28 Jul 2026 03:10 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 03:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Perusahaan dipastikan akan menghentikan pengembangan Realme UI dan beralih sepenuhnya ke ColorOS, antarmuka yang selama ini d…

Afrika, Ekonominya Terkoyak El Nino

Afrika, Ekonominya Terkoyak El Nino

Selasa, 28 Jul 2026 03:07 WIB

Selasa, 28 Jul 2026 03:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Direktur Perubahan Iklim dan Pertumbuhan Hijau Bank Pembangunan Afrika (African Development Bank/AfDB), Anthony Nyong m…

Ticket Ludes Terjual, Pendaftaran Early Bird PLN Electric Run 2026 Dibuka Besok

Ticket Ludes Terjual, Pendaftaran Early Bird PLN Electric Run 2026 Dibuka Besok

Senin, 27 Jul 2026 22:25 WIB

Senin, 27 Jul 2026 22:25 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Antusiasme masyarakat terhadap ajang PLN Electric Run 2026 terus meningkat. Seluruh kuota Special Ticket yang disediakan PT PLN…

Mitchell Baker, 2-0

Mitchell Baker, 2-0

Senin, 27 Jul 2026 21:15 WIB

Senin, 27 Jul 2026 21:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Timnas Indonesia unggul 2-0 atas Kamboja pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin pukul 21.00…