Polling SP

54 Persen Orang Tua dan Pelajar Setuju Sekolah Tatap Muka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polling SP
Polling SP

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini pandemi covid-19 makin menggila di Indonesia. Apalagi Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman peningkatan kasus karena adanya virus corona varian Delta yang lebih mudah menular.

Hingga Hari Minggu (20/6/2021), kasus baru tercatat 13.737 kasus, naik 100 persen hanya dalam waktu seminggu, ini adalah angka tertinggi sejak tanggal 30 Januari.

Sekarang kasus keseluruhan di Indonesia sudah semakin mendekati dua juta, dengan sekitar 54 ribu kematian.

Sebelum ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Mendikbud Ristek) mengisyaratkan awal Juli 2021, mulai diberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Meski, dilakukan PTM terbatas.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling dan jajak pendapat kepada masyarakat dengan pertanyaan terkait kegiatan PTM yang digelar meski pandemi covid-19 belum landai bahkan menggila.  Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB, Jumat (18/6/2021) dan Sabtu (19/6/2021).

Dengan koresponden rentang usia 17 tahun sampai 40 tahun dengan background pelajar, mahasiswa, serta para orang tua dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo dan Gresik.

Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook , Twitter dan Instagram. Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 320 responden.

Hasilnya, (lihat grafis di halaman 1),  Terlihat dari pertanyaan,  “1.  Anda sebagai orangtua atau saudara, setujukah anak atau saudara Anda ikut pembelajaran tatap muka saat pandemi covid-19 masih belum landai bahkan menggila?” . Dari pertanyaan tersebut didapat responden yang memilih jawaban A hanya sebanyak 54 persen dan yang memilih jawaban B sebanyak 46  persen.

 

Tidak Setuju PTM 

 Fatur, memiliki adik yang saat ini menginjak kelas 2 SMP disalah satu sekolah swasta Surabaya menilai lebih baik PTM ditunda karena baginya tidak ada bisa menjamin 100 persen jika siswa terhindar dari corona meski sudah menerapkan prokes ketat.  “Tunda ae lah, Corona meningkat gini masa masuk sih, ya walaupun memang lebih efektif belajar Tatap Muka. Cuma resikonya klo masih Corona bakal besar. Kalo murid kena corona di sekolah terus dia pulang ke rumah dan keluarganya jadi kena Corona semua gimana?” katanya.

Salah satu pengguna Instagram juga berkomentar hal yang sama. ”Khawatir jika peserta didik lupa menerapkan protokol kesehatan. Seperti mencopot masker atau faseshiled. “ tulisnya dengan nama akun @pertiwianggreni. 

“PTM mending ditunda,  karena situasi belum membaik, lebih baik tunda aja dulu, karena corona semakin ganas, sampe rumah sakit ada yang penuh, lebih baik mencegah dari pada mengobati, yang lebih diutamakan adalah kesehatan,” ujar akun @Bayu Ariyasa57. 

Senada, Tiara Nur Hasanah mengatakan kalau dilihat dari situasi sekarang mending ditunda dulu. “Daripada maksa ujung2nya kasus nambah. “ Udah tau banyak gejala2 baru dari covid19 ini tandanya virus udah mulai bermutasi.Lebih baik mencegah.”ujarnya. saat diwawancarai secara langsung oleh Tim Litbang SP,Jumat (26/03/2021).

Ia pun menambahkan disamping PTM mending ditunda, kualitas Pembelajaran secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun harus ditingkatkan kualitasnya. “Tanda kutip ini ya, kualitas PJJ juga ditingkatkan dong. Siswa gak harus dapet tugas segunung supaya pinter,yang siswa butuhkan pengajaran materi & bimbingan guru yang telaten. Karena siswa itu manusia bukan robot .’ ujarnya. 

 

Setuju PTM

Wahyudi Anas, Surabaya Utara  mengatakan sebaiknya jangan ditunda, tetapi di kapasitas sekolah dan jam sekolah di atur ketat. "Contohnya aja ada 30 murid, pagi masuk 15 orang, sekitar 2-3 jam. Setelah kelompok pertama pulang, jam 11 masuk kelompok ke 2 belajar sampai jam 3," harap Wahyudi Anas.

Hal senada juga diungkapkan Andini Indah, salah satu orang tua siswa yang lebih baik PTM tetap diberlakukan. “Selama setahun lebih pakai daring bikin orang jadi bikin bingung, kadang Internet ya lelet,. Bikin tambah kerjaan buat ortunya, iuran disekolah tetep bayar. Anak malah maen terus. Udahlah mending PTM tetep ada, asal Pemerintah dan Pihak Sekolah benar-benar memperhatikan protokol kesehatannya.” keluhnya saat diwawancarai oleh Tim Litbang SP, Jumat (26/03/2021).

Dessy Safrida, Ibu yang mempunyai anak kelas 4 SD mengaku setuju jika PTM diberlakukan mulai juli mendatang. Menurutnya yang penting mengikuti protokol kesehatan.

“Diatur masuk sekolahnya shift-shift an aja la anaknya , waktu sekolah diperkecil maksimal 2 jam belajar, jam istirahat ditiadakan dan pake masker ,sekolah mempersiapakan sabun n cuci tangan, di dlm kelas ada handsanitizer," kata Dessy.

Ia mengaku agak stres dengan adanya pembelajaran secara daring ini. “Kita sebagai orang tua juga gak mau sampe anak-anak kenapa-kenapa (sakit), tapi kita juga ga mau anak sampe ketinggalan pelajaran. Sekolah daring ini tambah buat ibu-ibu ruwet dan stres aja, iya bagi ibunya yang di rumah aja mungkin masih bisa bantu dampingi anak nya belajar. Tapi bagi orang tua nya yang bekerja di luar kan jadi repot. Anak-Anak juga lama-lama jadi bosen karena belajar sistem daring ini,” keluhnya. n ana/litbangsp/cr2/rmc

 

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…