Pasien Covid di Jatim Andalkan Herbal, Kunyit dan Brotowali

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tanaman herbal masih menjadi favorit warga untuk penunjang kesehatan.
Tanaman herbal masih menjadi favorit warga untuk penunjang kesehatan.

i

Obat-obatan yang Digunakan RSLI diluar Suportif, Simtomatis, Kamormid dan Antibiotik adalah Berpikir Positif Sembuh

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ramainya obat Ivermectin yang diklaim oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai obat anti Covid-19 ternyata cukup ramai diperbincangkan. Apalagi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) justru tidak mengijinkan Ivermectin sebagai obat Covid-19 tetapi sebagai obat cacing. Meski begitu, Ivermectin ini sudah disebarkan ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai pencegah obat virus Corona. Hanya saja, di Surabaya dan Jawa Timur, untuk pencegahan Covid-19, masih mengandalkan obat herbal, terurama campuran kunyit dan brotowali. Selain beberapa multivitamin. Juga disertai obat pendukung sesuai penyakit bawaan (komorbid) yang dialami pasien sebelum positif covid-19.

Hal itu diungkapkan Penanggungjawab Farmasi Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya Halim Priyahau Jaya. "Secara umum, obat yang digunakan untuk pasien Covid-19 disini (RSLI, red) selalu sama. Tidak ada perubahan. Baik obat-obatan suportif, simtomatis, kamorbid, hingga antibiotik. Selain obat, yang terpenting yakni mengajak pasien untuk positif sembuh," ujar Halim, kemarin.

Obat suportif yang dimaksud berupa vitamin atau suplemen sebagai penunjang kesehatan.

Sedangkan obat simtomatis yang digunakan untuk meredakan gejala yang diderita pasien Covid-19 adalah obat demam, nyeri, batuk pilek, hingga diare, yang diberikan sesuai gejala yang dialami pasien. Kemudoan untuk obat kamorbid untuk mengobati penyakit bawaan pasien yang digunakan seperti obat hipertensi, jantung, diabetes mellitus, dan asma. "Untuk obat antibiotik diberikan hanya pada pasien dengan kecurigaan infeksi sekunder bakteri," ujarnya.

Halim mengaku tak ada kendala atau kesulitan dalam memperoleh obat-obatan untuk pasien Covid-19. Termasuk untuk pasien Covid-19 varian baru. Menurutnya, hal tersebut telah diantisipasi tim medis dan farmasi sejak awal peningkatan kasus Covid-19 di Kota Pahlawan dan sekitarnya.

"Tim farmasi sudah membuat proyeksi ketika awal ada kenaikan kasus Covid-19 di Surabaya," ujarnya.

Sedangkan, pencegahan Covid-19 di Surabaya juga ada yang menggunakan ramuan buatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Hanya saja, ramuan obat itu hanya digunakan untuk internal fasilitas kesehatan milik TNI AD dan RSUA Surabaya.

Seperti diungkapkan Rektor Unair Prof Mohammad Nasih, ramuan obat Covid-19 yang tidak dijual bebas di pasaran masih cukup efektif untuk para pasien Covid-19. "Obat ini memang tidak diperjualbelikan, penggunaannya terbatas dan dalam otoritas dokter yang menangani. Yang bisa meresepkan adalah dokter yang memiliki kewenangan dan jika ketersediaan ada," kata  Nasih.

Nasih menjelaskan terdapat dua kombinasi obat yang saat ini digunakan. Yakni kombinasi satu yang biasanya untuk yang bergejala ringan dan kombinasi dua yang digunakan untuk gejala ringan menuju sedang.

 

Ramuan Herbal

Sementara, ramuan lainnya untuk pencegahan Covid-19 yakni berupa ramuan herbal. Ramuan herbal diyakini cukup untuk memulihkan pasien Covid-19 tanpa gejala untuk pulih. Ini seperti yang diungkapkan dr. Husnul Muarif, MM, dari RSUD Malang, Selasa kemarin, bahwa ramuan herbal dari campuran kunyit dan brotowali bisa membuat pasien positif Corona sembuh.

“Sudah banyak pasien yang kembali normal (negatif Covid-19). Kampus dan juga para peneliti berusaha keras menemukan ramuan herbal yang pas untuk penyembuhan pasien positif Korona,” ungkap dokter Khusnul

Ramuan berbahan dasar kunyit dan brotowali juga bisa diberikan kepada pasien anak. “Ada anak 4 tahun positif reaktif. Lalu hasilnya menjadi negatif dan sempat meminum herbal tersebut,” jelas dokter Khusnul.

Berbagai khasiat herbal kaya dengan antioksidan. Fungsinya meningkatkan imunitas tubuh seseorang sehingga mampu melawan berbagai virus.

Ramuan herbal mengandung kombinasi herbal dan probiotik. Di antaranya Curcuma Domestica Rhizoma ekstrak atau yang dikenal masyarakat sebagai kunyit sebanyak 5 gram. Serta ekstrak Tinospora Crispa Caulis atau bahan herbal brotowali sebanyak 2,5 gram dan berbagai bahan lainnya.

Sedangkan, Kepala B2P2TOOT Kemenkes,  Akhmad Saikhu, MSc. PH., pernah menjelaskan, beberapa obat herbal justru bisa lebih membantu mencegah virus Corona dan meningkatkan daya tahan tubuh. Diantaranya, mulai tanaman Pegagan, bawang putih, Temulawak, Meniran, Temu Mangga, Kunyit, hingga Jahe dan Brotowali.

"Jadi lebih baik obat-obatan herbal ini lebih baik digunakan untuk mencegah tertular Covid-19, karena tujuan utama agar bisa meningkatkan daya tahan tubuh," ungkap Akhmad Saikhu, dalam webinar Obat Herbal untuk Covid-19 beberapa waktu lalu. sem/lad/ana/cr2/rmc

Berita Terbaru

Ruwatan Massal Festival Arca Joko Dolog, Jadi Budaya Bangsa lestari di Era Modern

Ruwatan Massal Festival Arca Joko Dolog, Jadi Budaya Bangsa lestari di Era Modern

Rabu, 01 Jul 2026 13:38 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ruwatan massal yang di adakan oleh seduluran abdi dalem Arca Joko Dolok pada tanggal 1 Juli 2026 ini bertepatan dengan Bulan Suro…

Tuntas Akhir Juli, Pemkab Nganjuk Terus Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat

Tuntas Akhir Juli, Pemkab Nganjuk Terus Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat

Rabu, 01 Jul 2026 12:57 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 12:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Menindaklanjuti progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, saat ini Pemerintah Kabupaten…

Terkait Syarat Tak Direstui Suami, Pemkot Minta Pejabat Perempuan di Surabaya Mundur

Terkait Syarat Tak Direstui Suami, Pemkot Minta Pejabat Perempuan di Surabaya Mundur

Rabu, 01 Jul 2026 12:40 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu syarat khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan yang akan menduduki jabatan strategis, Pemerintah Kota…

Momentum Libur Sekolah, KBS Punya Event Back to Zoo Sambut para Pengungung

Momentum Libur Sekolah, KBS Punya Event Back to Zoo Sambut para Pengungung

Rabu, 01 Jul 2026 12:17 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama momentum libur panjang sekolah, Kebun Binatang Surabaya (KBS) menyambut pengunjung selama libur sekolah dengan event…

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Salurkan 200 Ton Benih Jagung

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kediri Salurkan 200 Ton Benih Jagung

Rabu, 01 Jul 2026 11:53 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, telah menyalurkan sebanyak…

Apresiasi Untuk Polri, Khofifah Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Investasi dan Kesejahteraan

Apresiasi Untuk Polri, Khofifah Tekankan Pentingnya Keamanan bagi Investasi dan Kesejahteraan

Rabu, 01 Jul 2026 11:27 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 11:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam momentum …