Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah dari Bisnis Kerajinan Rajut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Triana yang sedang membuat kerajinan rajut pesanannya. SP/ TRG
Triana yang sedang membuat kerajinan rajut pesanannya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Triana Ratna Ningsih kian berbuah manis berbisnis kerajinan rajut. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19. Ia terus mendapatkan pesanan dari berbagai jenis kerajinan rajut yang dibuatnya. Saat ini kerajinan tangan rajutan tidak hanya terbatas pada tas, syal atau scarf, taplak meja, dan baju, tapi sudah merambah ke sepatu, juga sandal.

Bahkan saat pandemic dirinya mendapatkan pesanan konektor masker rajut lantaran masker bagi wanita berjilbab telah menjadi fashion terbaru dan mengingat konektor masker semakin mempermudah para wanita berjilbab menggunakan masker.

Selain harganya yang relatif terjangkau, konektor masker tersebut juga sangat berguna bagi wanita berjilbab dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni memakai masker yang kini wajib diterapkan masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah.

Banyak masyarakat yang memesannya, baik digunakan sendiri maupun untuk suvenir. "Seperti saat ini, saya tengah menyelesaikan pesanan 700 konektor masker untuk suvenir pernikahan," katanya.

Untuk proses pembuatan, sama seperti membuat rajut pada umumnya, ia memilih benang rajut. Jenis benang yang digunakan adalah jenis benang wol karena nyaman dipakai. Tidak lupa melihat label benang untuk menentukan ukuran hakpen.

Setelah itu, baru membuat rajutan sesuai pola yang diinginkan. Namun, dalam proses ini dibutuhkan ketelatenan dalam proses membuat agar hasil kerajinan terlihat rapi dan bernilai jual.

Kini Triana tengah memberdayakan dan melatih para ibu untuk kerajinan rajut. Sebab, dirinya kewalahan menghadapi pesanan yang terus berdatangan. Butuh bantuan orang lain untuk memenuhinya karena kerajinannya murni buatan tangan.

Selain konektor masker, dirinya juga sering mendapatkan pesanan berupa sandal dan sepatu rajut. Sebab, harga yang ditawarkan cukup bersaing, yaitu mulai Rp 175 ribu hingga 250 ribu untuk sandal dan Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu untuk sepatu.

Harga tersebut bisa berubah seiring bentuk dan tingkat kerumitan pesanan. Karena untuk membuat sepatu atau sandal, langkah awal dalam merajut harus tepat. Jika salah sedikit saja, hasilnya tidak akan sesuai harapan.

"Untuk masker, saya mematok harga Rp 8 ribu hingga Rp 12,5 ribu per buah. Namun harga bisa berkurang jika pesanan banyak. Untuk pelanggan, banyak dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan kota-kota besar lainnya," jelas Triana. Dsy9

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…