BOR di RS Rujukan Surabaya Dalam Kondisi Darurat

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 30 Jun 2021 10:25 WIB

BOR di RS Rujukan Surabaya Dalam Kondisi Darurat

i

Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau ketersediaan tempat tidur di RSI Jemursari Surabaya, Selasa (29/6/2021). SP/ANT/Humas Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan di Kota Surabaya dalam kondisi darurat atau makin penuh. Hal ini terjadi menyusul lonjakan kasus covid-19 yang semakin meningkat di Kota Pahlawan.

Direktur RS Premier Hartono Tanto, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat kunjungannya ke RS Premier pada Selasa (29/6) bahwa untuk saat ini semua tempat tidur baik ventilator, maupun tanpa ventilator di rumah sakit penuh tidak tersisa. 

Baca Juga: Jelang MPLS 2023, SMP Tenggilis Jaya Surabaya Hanya Punya 1 Siswa

"Tak hanya itu, Unit Gawat Darurat (UGD) juga digunakan sebagai tempat perawatan pasien COVID-19 dengan menyiapkan tujuh tempat tidur. Itu juga sudah penuh," katanya, Rabu (30/6).

Namun, lanjut dia, pihaknya tetap melayani pasien yang terpapar COVID-19 yang memungkinkan rawat jalan. "Banyak pasien yang menghubungi, kami bukan tidak mau tapi memang tidak ada tempatnya," kata Hartono.

Hal sama juga dikatakan Direktur RS Islam Jemursari Bangun Trapsila Purwaka. Ia mengatakan, untuk saat ini BOR di rumah sakitnya sudah mencapai 100 persen. Ia pun berusaha menambah sekitar 50 tempat tidur dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Anak Muda Sekarang Tidak Suka Bekerja di Kantor

Tak hanya kapasitas tempat tidur saja yang ditambah, lanjut dia, saat ini pihaknya juga tengah melakukan rekrutmen tenaga kesehatan (nakes). 

"Kami sedang rekrutmen dapat 20 orang. Tapi itu tidak cukup. Minggu ini mudah-mudahan 50 orang bisa, karena ada nakes kami yang juga terpapar. Jadi perlu recovery," ujarnya. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, pihaknya memahami apa yang dialami sejumlah rumah sakit di Surabaya dalam penanganan COVID-19. Untuk itu, lanjut dia, keadaan ini yang harus diketahui masyarakat secara masif. 

Baca Juga: Ada Kemungkinan Akhir 2022, PPKM Berhenti

Tujuannya, kata dia, dengan melihat kondisi penuhnya rumah sakit tersebut, masyarakat dapat semakin waspada dan ketat dalam menjaga prokes dimanapun mereka berada. Selain itu, Eri berharap dengan situasi saat ini seluruh stakeholder terutama masyarakat bergotong-royong. 

"Ini menjadi penting untuk menghentikan laju penyebaran COVID-19 di Surabaya. Sehingga warga bisa menyaksikan keadaannya untuk menjaga kondisi baik diri sendiri, keluarga, maupun lingkungannya. Karena ketika sakit, saat ini sudah tidak ada tempat," ujarnya.sb2/na

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU