Jeritan Wong Cilik Terhadap PPKM

Ada PPKM, Batasi Usaha, Pemerintah tak beri Solusi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana warung Kongkow di Jalan Pradah Surabaya, Selasa (29/6/2021) yang sepi pengunjung sejak pandemi. SP/Anggadia
Suasana warung Kongkow di Jalan Pradah Surabaya, Selasa (29/6/2021) yang sepi pengunjung sejak pandemi. SP/Anggadia

i

Untuk terus menekan angka penyebaran Covid-19, pemerintah pusat menyelenggarakan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Bahkan, kini akan diberlakukannya PPKM Darurat, yang diberlakukan sejumlah aturan yang lebih ketat. Salah satunya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan dalam Surat Edaran (SE) tentang Perpanjangan PPKM Mikro. Khususnya pemberlakukan pembatasan jam operasional sejumlah tempat usaha. Alhasil beberapa pelaku UMKM itu menjerit, dan merasakan adanya ketidakadilan. Mereka membutuhkan solusi bagi pelaku UMKM. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Anggadia Muhammad.

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dengan diedarkan SE PPKM Mikro oleh Pemkot Surabaya, jam beroperasi pusat perbelanjaan/mall, warung makan, restoran/rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, toko swalayan, serta toko perdagangan barang lainnya diimbau berakhir pukul 20.00 WIB dan dapat dimulai kembali pukul 05.00 WIB

Peraturan tersebut dianggap semakin memberatkan pedagang warkop di Surabaya. Seperti yang diutarakan oleh Ryzki Ahmadi, pria yang memiliki warung kopi bernama Bang Mus di jalan Manukan, Surabaya tersebut mengeluhkan aturan jam malam yang berubah dari jam 22.00 WIB ke jam 20.00 WIB.

"Ya susah mas, wong jam 10 malem aja aku wes utang - utang mas buat nutupi biaya hariane. Kok sekarang malah jam 8. Belum lagi nanti ada PPKM darurat. Ini namanya mateni usaha wong cilik kayak kita ini," ungkap Pria yang akrab disapa Gundek saat ditemui Surabaya Pagi, Selasa (29/6/2021) malam.

Ia menjelaskan bahwa tak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, ia pun mengkritisi pemerintah hanya bisa memberi peraturan tetapi tak bisa memberi solusi.  "Sekarang aku wis ndak kerja mas, habis dirumahkan. Penghasilanku ya dari sini thok. Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk nuruti aturan pemerintah dengan menyediakan cuci tangan, lalu memberikan tanda silang pada meja dan kursi sekarang kudu jam 8 tutup itu kan ndak masuk akal mas. Lha ini kalo jam 5. Aduh.. pemerintah yah gak beri bantuan ke kita-kita," ujarnya sambil emosi.

Sepakat dengan Ryzky, Surabaya Pagi menemui pemilik Warkop Kongkow di Jl Pradah, Surabaya. Fajri selaku pemilik warung menyayangkan bahwa harus dibatasi jam 8 malam.

"Biasanya kita tutup jam 10 mentok jam 11 lah mas, sekarang jam 8 lumayan mas selisih 4 jam itu saya bisa dapet 150-200 ribu", ujar Fajri saat ditemui Surabaya Pagi, Senin (28/6/2021) malam.

Fajri menambahkan bahwa ia sudah pernah mengajukan untuk bantuan karena memang ia hanya mengandalkan warung tersebut untuk menghidupi keluarganya.

"Sudah pernah mengajukan cuman ruwet mas pemerintahan, giliran bikin peraturan sak enake dewe ndak peduli kaum cilik", ujar Fajri.

Kedepannya Fajri berharap bahwa pemerintah lebih memikirkan rakyatnya sebelum membuat peraturan. Serta, berharap pemerintah Indonesia bisa segera menemukan strategi guna membangun kembali ekonomi Indonesia.

"Saya udah capek mas sama corona ini, kapan selesainya ? Covid, PPKM, Batasi.. haduh.. Masak kita gak bisa seperti Singapura yang sudah siap hidup berdampingan dengan covid dan dianggap flu biasa", tutupnya. ang/cr2/rmc

Berita Terbaru

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Merespon hasil survey lembaga penelitian tentang kenaikan elektabilitas Partai Gerindra, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra …

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Senam jurus Kampung Pesilat tak sekadar menjadi aktivitas olahraga bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun mul…

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pesatnya investasi dan industrialisasi di Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan baru mampukah pendidikan lokal menyiapkan tenaga k…

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi banjir Sidoarjo yang kerap terjadi di wilayah…

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Polres Madiun Kota belum memberikan penjelasan terkait persoalan meter air di Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun. Hingga Selasa (…

Penghargaan Predikat Bhabinkamtibmas No 1 Polda Jatim, Diraih Brigadir Polisi Riska Elviyana SH

Penghargaan Predikat Bhabinkamtibmas No 1 Polda Jatim, Diraih Brigadir Polisi Riska Elviyana SH

Selasa, 08 Sep 2026 14:56 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Anggota Polwan  Polres Blitar menerima penghargaan dari Kapolrda Jatim atas keberhasilan meraih predikat Bhabinkamtibmas Terbaik …