Ada Sekitar 6.874 KPM di Lamongan Datanya Belum Diperbaiki

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PKM di wilayah Kecamatan Kalitengah Lamongan saat menerima sembako dari Kemensos. SP/MUHAJIRIN KASRUN
PKM di wilayah Kecamatan Kalitengah Lamongan saat menerima sembako dari Kemensos. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bila  sebelumnya ada sekitar 18 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten di Lamongan,  yang terancam tidak mendapatkan bantuan dari Kemensos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), akhirnya mulai ada titik terang.

Dari jumlah 18 ribu itu, seperti disampaikan oleh Moh. Kamil Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, data yang sudah diperbaiki hingga 16 Juni 2021 berjumlah 11.126 KPM. Saat ini tinggal menyisakan 6.874 KPM yang datanya masih belum lengkap, dan ada waktu sebulan lagi hingga akhir Juli 2021 untuk dilakukan perbaikan.

"Progres perbaikan data KPM penerima BPNT ini tinggal menyisakan  6.874 KPM, dan kami terus berupaya untuk memperbaiki hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh Kemensos," kata Kamil panggilan akrab Kadinsos Lamongan ini saat dihubungi surabayapagi.com via WhatsApp nya, Jum'at (2/7/2021).

Disebutkan olehnya, keberhasilan perbaikan data tersebut karena atas kerja sama dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), para pendamping desa dan stakeholder lainnya.

Apalagi tambah dia pihak Kementerian Sosial memberikan kelonggaran perpanjangan waktu deadline penyetoran. "Ya tentu kami bersyukur masih ada kelonggaran waktu untuk memperbaiki data kependudukan penerima BPNT, sehingga para PKM ini bisa kembali menerima BPNT seperti sebelumnya, " ujar Kamil.

 

Seperti diketahui, penyaluran sembako yang berisikan beras, telor dan berbagai makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan vitamin itu, sementara disalurkan dan diperuntukkan bagi 63.63.729 KPM dari 81.452 KPM yang terdata. "Untuk penyalur bulan Juni berakhir sudah berjalan dan berakhir pada 23 Juni 2021 lalu," kata Kamil menambahkan.

Lebih jauh kata Kamil, penyaluran sembako kepada KPM ini bulan Juli akan segera menyusul dalam waktu dekat. Data KPM ini sendiri lanjut Kamil datanya sesuai yang dikirim dari Kementerian ke Himpunan bank milik negara (Himbara), dan Lamongan bank yang ditunjuk adalah Bank BNI, yang sebelumnya mengeluarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

Jumlah penerima bantuan sembako ini kata Kamil berpotensi bertambah. Karena sebelumnya pihaknya juga sudah mengajukan lagi 7 ribu KPM ke Kemensos setelah perbaikan kependudukan, diharapkan jumlah ini bisa menerima bersamaan dengan 63 ribu lebih itu kedepannya. "Kita maunya yang 7 ribu juga disalurkan bersamaan dengan 63 KPM, tapi sampai saat ini belum ada petunjuk," ujarnya.

Sebelumnya ada 18 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dari Lamongan terancam tidak menerima sembako dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), karena sampai saat ini proses pergantian dari kependudukan lama ke e -KTP belum selesai.

Pergantian kartu identitas lama dari yang manual ke e-KTP tersebut menjadi keharusan, agar data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus satu dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sudah terkoneksi dengan data Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sesuai amanat Perpres No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. 

Terhadap 6.874 KPM ini pihaknya terus berusaha untuk melakukan perbaikan dengan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lamongan, agar bisa membantu KPM yang mengurus e-KTP. 

"Hari-hari ini kami terus berusaha untuk melengkapi kependudukan dengan kerja sama para pendamping di lapangan, agar bisa membantu penerima KPM mengurus e KTP sebelum disetor pada akhir Juli 2021," pungkasnya. jir

Berita Terbaru

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (5/5) memancing perdebatan keluhan sakit, sehingga gak bisa hadiri sidang. Usut punya…

Ade Armando, Merasa Diserang

Ade Armando, Merasa Diserang

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

SURABAYAPAGI : Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Ade menyebut pengunduran dirinya demi kebaikan bersama."Melalui…

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi, menilai orientasi yang hanya berfokus pada…

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap…

Asta Cita di Desa, Koramil Kawal Kopdes Merah Putih Hingga Lembur

Asta Cita di Desa, Koramil Kawal Kopdes Merah Putih Hingga Lembur

Rabu, 06 Mei 2026 05:30 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Deru mesin dan suara tukul masih terdengar hingga malam di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon. Di atas lahan milik desa, bangunan…

Mensos Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu

Mensos Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu

Rabu, 06 Mei 2026 05:30 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:30 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Sosial Saifullah Yusuf digoyang pengadaan sepatu untuk sekolah rakyat Rp 700 ribu. Gus Ipul mengatakan sepatu untuk siswa sekolah rakyat…