SURABAYAPAGI, Surabaya - Lonjakan kasus Covid-19 atau corona di Surabaya mengakibatkan banyak rumah sakit yang memilih untuk tidak menerima pasien.
Hal ini terjadi karena persentase tingkat penggunaan tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) telah mencapai 100 persen. Salah satunya adalah RS PHC Surabaya.
"Dapat kami informasikan bahwa per hari ini (04/07), Bed Occupancy Rate (BOR) Rawat Inap Covid sebesar 100%, secara riil di Instalasi Gawat Darurat pasien juga terus berdatangan," kata Humas PHC Surabaya, Irfan Prayogo melalui saluran telepon, Minggu (04/07/2021).
Kendati telah penuh, Irfan mengaku saat ini ada pasien yang masih antri menunggu kamar dengan beberapa kondisi sesak dan memerlukan alat bantu nafas.
"Untuk kemungkinan proses rujukan ke rumah sakit lain, tidak dimungkinkan karena hampir semua rumah sakit di wilayah Surabaya penuh," katanya
Oleh karenanya Irfan meminta agar pasien yang tanpa gejala atau bergejala ringan, dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) baik di rumah maupun di hotel.
Rata-rata pasien yang saat ini dirawat di RS PHC Surabaya kata Irfan, mayoritas adalah warga Surabaya, baik masyarakat biasa maupun pegawai perusahaan. Kendati begitu, belum ada analisa mendalam terkait apakah dominan kasus klaster keluarga atau kluster perusahaan.
"Yang jelas prioritas saat ini adalah pelayanan kesehatan yang komprehensif untuk mereka yang bergejala sedang hingga berat yang memerlukan perawatan ekstra di RS," tegas Irfan.sem
Editor : Mariana Setiawati