Berbisnis Kaos Lukis Estetik dari Cairan Pemutih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhamad Yuli Wibisono sedang melukis di kaos polos. SP/ TLG
Muhamad Yuli Wibisono sedang melukis di kaos polos. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Muhamad Yuli Wibisono menggunakan cairan pemutih untuk membentuk sebuah lukisan yang bernilai seni tinggi di kaos polos khususnya berwarna hitam. Remaja berusia 20 tahun ini memanfaatkan sifat basa dari cairan pemutih itu untuk memudarkan warna kaus untuk melukis.

Melukis menggunakan cairan pemutih ini bermula dari pengalaman seragam SMK-nya yang terkena noda luntur. Lantas ketika itu dia bersihkan dengan cairan pemutih. Karena hasilnya memuaskan.

Selanjutnya, dia mencoba menguji dengan mengoleskan pada kaus warna hitam kesukaannya. Diketahui, warna hitam pekat itu sekejap memudar.

Selain dipesan untuk keperluan pribadi maupun kado, dia juga pernah membuat lukisan untuk diikutsertakan di pameran lukisan. Tujuannya untuk memperkenalkan jika cairan pemutih pakaian juga bisa dijadikan sebuah media lukis dengan karya yang bernilai seni tinggi. Selain itu, keikutsertaannya juga ingin menambah relasi di dunia seni lukis.

Produknya tersebut digemari oleh Termasuk teman-temannya di SMK, guru, dan saudara. Bahkan, mengundang ketertarikan orang untuk memesan. Tak ingin melewatkan kesempatan, dia pun mencoba menerima pesanan tersebut. Rata-rata custom tokoh pewayangan.

Sejauh menekuni teknik lukis cabut warna ini, Wibi mengaku tidak mengalami kesulitan. Hanya saja, butuh ketelatenan dan kepekaan terhadap gelap terangnya gambar. Karena memakai cairan pemutih ini, pilihan warnanya terbatas.

Seperti cokelat tua, cokelat muda, hingga krem. Itu pun muncul karena ketebalan mengoleskan cairan tersebut ke media kaus hitam.

"Jika ingin masih terlihat gelap, cairan pemutih yang dipoleskan harus tipis. Apabila ingin warnanya pudar hingga krem, cairan pemutih yang diberikan harus lebih sering," terangnya.

Terkait proses pembuatan, Wibi mengaku bisa menyelesaikan satu kaus dua sampai tiga hari. Tergantung kerumitan gambar.

Menurut dia, melukis menggunakan cairan pemutih lebih simpel dan singkat. Karena tak perlu menunggu kering seperti cat akrilik dan sablon. "Tantangannya lebih bagaimana mengatur agar tidak malas saja. Kalau proses pembuatannya cepat," terangnya.

Ke depan dia berencana mencoba cairan pemutih itu di media kaus warna lain. Jika ada yang tertarik memesan, tentu dia siap menerima orderan.

Hanya saja, harus menunggu waktu longgarnya. "Sementara pemasarannya masih teman-teman sekitar. Sebab, saya masih sibuk dengan kuliah," tandasnya. Dsy6

Berita Terbaru

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wali Kota Madiun nonaktif Maidi membantah seluruh keterangan empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pem…

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Norwegia akan menghadapi Inggris pada pukul 4 pagi tanggal 12 Juli di Stadion Miami. Haaland sedang dalam performa gemilang dengan…

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp18.261.445.180. Harta…

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - l Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik, setelah kediamannya…

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung (Kejagung) meminta publik tidak membangun kesimpulan dari informasi yang belum terkonfirmasi. Dia juga berharap…

Periksa Juga Petinggi Penegak hukum yang Terlibat

Periksa Juga Petinggi Penegak hukum yang Terlibat

Kamis, 09 Jul 2026 21:22 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) mendesak Kortas Tipikor Polri agar memeriksa seluruh pihak yang…