Efikasinya Diragukan Negara Lain, Fadli Zon Heran Pemerintah Masih Pakai Sinovac

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPR RI Fadli Zon. SP/ JKT
Anggota DPR RI Fadli Zon. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta- Sebagai upaya menangkal wabah Covid-19 yang tengah gencar-gencarnya, pemerintah sudah bertahap melakukan vaksin massal dan diantaranya masih menggunakan vaksin Sinovac asal China.

Namun, Anggota DPR RI Fadli Zon merasa heran mengapa pemerintah masih menggunakan vaksin asal China tersebut padahal efikasi atau tingkat kemanjuran/kemampuan vaksin masih diragukan oleh negara-negara lain, terutama negara maju.

Salah satu negara yang tidak menggunakan vaksin Sinovac dalam program vaksinasi nasional adalah Singapura. Negara maju tersebut mengandalkan vaksin buatan Amerika Serikat, Moderna dan Pfizer, dengan alasan tingkat efikasi tinggi.

"Jangan hanya tergantung vaksin Sinovac yang belum jelas keampuhan dan keamanannya," cuitan Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon.

"Saya pendukung bahwa kita ini perlu divaksin. Tapi, harus ada penjelasan, kenapa vaksin yang kita gunakan ini, terutama Sinovac, kok tidak diakui di negara-negara lain?" sebutnya dalam wawancara bersama Karni Ilyas yang diunggah di kanal Youtube Karni Ilyas Club pada 9 Juli 2021.

Beberapa waktu lalu, Fadli juga mengaku lebih mempercayai vaksin Pfizer dibandingkan dengan Sinovac yang telah diimpor oleh Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis.

"Secara scientific, saya lebih percaya vaksin Pfizer yang akan diberikan gratis pada warga Singapura ketimbang Sinovac yang masuk Indonesia tapi belum jelas keamanan dan keampuhannya," kata Fadli.

Pertanyaan Fadli Zon itu kemudian ditanggapi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

"Tidak mungkin pemerintah dalam mengambil satu keputusan itu tidak melibatkan para ahli," ucapnya, Minggu (11/7/2021).

"Dalam menangani kasus Covid-19, termasuk yang sekarang varian baru, termasuk sekarang PPKM Darurat, tidak mungkin ada satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tanpa bertanya atau melibatkan para ahli."

Ngabalin pun menambahkan bahwa dalam pengambilan keputusan tersebut membutuhlan waktu yang lama.

"Semua keputusan termasuk menggunakan vaksin ini pun, itu berdasarkan keputusan yang tidak pendek waktunya, tidak sedikit jamnya, diperbincangkan dengan para ahli," tambahnya.

Sementara, Indonesia kini sedang menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali mulai 3 hingga 20 Juli 2021. PPKM Darurat Jawa-Bali dilaksanakan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang kini membabi buta menyerang masyarakat Indonesia. Dsy9

Berita Terbaru

Gaji PPPK Trenggalek Terancam Dipangkas Imbas Efisiensi Belanja Pegawai 30 Persen

Gaji PPPK Trenggalek Terancam Dipangkas Imbas Efisiensi Belanja Pegawai 30 Persen

Kamis, 23 Apr 2026 13:59 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Terkait penerapan aturan batas maksimal belanja pegawai 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD,…

Banjir Rob Luapan Air Laut Rendam Margomulyo Surabaya, Lalin Sempat Lumpuh Total

Banjir Rob Luapan Air Laut Rendam Margomulyo Surabaya, Lalin Sempat Lumpuh Total

Kamis, 23 Apr 2026 13:04 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Fenomena luapan air laut yang berada di Surabaya mengakibatkan arus lalu lintas sempat lumpuh total dan kepadatan kendaraan…

Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Tarik Wisatawan Lewat Rangkaian Kegiatan HJKS

Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Tarik Wisatawan Lewat Rangkaian Kegiatan HJKS

Kamis, 23 Apr 2026 12:09 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 12:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui sejumlah kegiatan atraktif dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Ke-733 Kota Surabaya (HJKS), Pemerintah Kota (Pemkot)…

Dukung Pelaksanaan Haji 2026, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi roda bagi CJH

Dukung Pelaksanaan Haji 2026, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi roda bagi CJH

Kamis, 23 Apr 2026 12:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Dalam rangka mendukung Musim Haji 2026 berjalan dengan aman dan lancar khususnya kesehatan dan mobilitas selama pelaksanaan ibadah…

Peringati Hari Bumi, Pemkab itubondo Galakkan Gerakan Tanam 20 Ribu Bibit pohon

Peringati Hari Bumi, Pemkab itubondo Galakkan Gerakan Tanam 20 Ribu Bibit pohon

Kamis, 23 Apr 2026 11:36 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai salah satu rangkain menyambut Peringatan Hari Bumi, saat ini PEmerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama Aparatur…

Buka Giling 2026, PG Meritjan Kediri Libatkan UMKM Gerakkan Roda Perekonomian

Buka Giling 2026, PG Meritjan Kediri Libatkan UMKM Gerakkan Roda Perekonomian

Kamis, 23 Apr 2026 11:27 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Meriahnya rangkaian buka giling 2026 di emplasemen Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri, Jawa Timur, akan turut melibatkan banyak Usaha…