Pemkab Pamekasan Diminta Sediakan Ruang Isolasi Khusus Ibu Hamil

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemerintah Kabupaten Pamekasan diminta menyediakan ruang isolasi khusus bagi ibu hamil positif Covid-19. SP/Muhammad Zulfikar
Pemerintah Kabupaten Pamekasan diminta menyediakan ruang isolasi khusus bagi ibu hamil positif Covid-19. SP/Muhammad Zulfikar

i

SURABAYAPAGI, Pamekasan -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan diminta menyediakan ruang isolasi khusus bagi ibu hamil positif Covid-19. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Pamekasan, Haji Maskur Rasid.

 "Ini penting diperhatikan, karena sudah ada beberapa ibu hamil yang positif Covid-19 dan hendak melahirkan ditolak di sejumlah rumah sakit karena tidak tersedia ruang isolasi khusus bagi ibu hamil," kata Haji Maskur Rasid, Kamis (15/7).

Haji Maskur menanggapi kasus penolakan ibu hamil asal Desa Blumbungan di semua rumah sakit di Pamekasan pada 5 Juli 2021. Ibu hamil yang hendak melahirkan itu ditolak di semua rumah sakit karena RS tidak menyediakan ruang isolasi khusus bagi ibu hamil positif Covid-19.

Namun, berkat bantuan Bupati Sampang Slamet Junaidi, ibu hamil asal Pamekasan itu bisa melakukan persalinan setelah sekitar delapan jam lebih berusaha mencari rumah sakit yang bersedia menangani persalinannya. "Kami tidak ingin, kasus Agustin Damayati itu terulang lagi di Pamekasan dan menjadi kasus terakhir di Pamekasan," kata Haji Maskur.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memang telah memerintahkan dinkes dan Satgas Covid-19 agar membuat ruang isolasi khusus bagi ibu hamil yang hendak melahirkan dan positif Covid-19. "Hanya saja, kami sebagai legislator perlu mengingatkan kembali karena kasus itu bukan satu-satunya di Pamekasan. Sebelumnya ada juga yang ditolak hingga meninggal dunia," ujarnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan sebagai institusi berwenang dalam penanganan kesehatan perlu gerak cepat. Ruang isolasi khusus bagi ibu hamil yang positif Covid-19 harus segera tersedia karena itu sangat urgen dan menyangkut keselamatan jiwa.

Selain itu, Haji Maskur juga meminta pemkab melakukan pengawasan peredaran obat karena saat ini masyarakat kesulitan membeli obat di apotek akibat stok terbatas. "Saya khawatir kelangkaan obat-obatan ini karena ada permainan. Maka dari itu, pengawasan terhadap peredaran obat, juga harus dilakukan," katanya.pm1/na

Berita Terbaru

5 Pasar Tradisional Surabaya Terus Dikebut, Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026

5 Pasar Tradisional Surabaya Terus Dikebut, Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026

Senin, 04 Mei 2026 13:38 WIB

Senin, 04 Mei 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga pertengahan Mei 2026, sedikitnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah rampung menargetkan lima pasar dibenahi, yakni…

Sukses Breeding, Saat Ini Koleksi Komodo di KBS Surabaya Tembus Lebih dari 50 Ekor

Sukses Breeding, Saat Ini Koleksi Komodo di KBS Surabaya Tembus Lebih dari 50 Ekor

Senin, 04 Mei 2026 13:29 WIB

Senin, 04 Mei 2026 13:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut mengapresiasi keberhasilan pengembangbiakan komodo di Kebun Binatang Surabaya (KBS)…

Progres Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda Imbas Harga Aspal Melonjak Naik

Progres Perbaikan Jalan di Kota Madiun Terpaksa Tertunda Imbas Harga Aspal Melonjak Naik

Senin, 04 Mei 2026 13:06 WIB

Senin, 04 Mei 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Baru-baru ini terjadi lonjakan terhadap komoditas harga aspal yang dikeluhkan hingga membuat sejumlah perbaikan jalan di Kota Madiun…

Lewat Edukasi Kebersihan Pangan, Dinkes Madiun Tekan Risiko Bahaya Biologi Tak Kasat Mata

Lewat Edukasi Kebersihan Pangan, Dinkes Madiun Tekan Risiko Bahaya Biologi Tak Kasat Mata

Senin, 04 Mei 2026 12:57 WIB

Senin, 04 Mei 2026 12:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui edukasi kesehatan pangan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun…

Masuki Masa Tanam: Harga Solar Subsidi Langka, Petani di Jember Terpaksa Beli Eceran Mahal

Masuki Masa Tanam: Harga Solar Subsidi Langka, Petani di Jember Terpaksa Beli Eceran Mahal

Senin, 04 Mei 2026 12:45 WIB

Senin, 04 Mei 2026 12:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Selepas harga plastik hingga LPG 3 Kilogram (Kg) subsidi mahal hingga langka, kini memasuki masa tanam kedua, petani di Jember mulai…

Lewat ‘Wadul Guse’, Jember Tangani Beragam Aduan Warga Selama April 2026

Lewat ‘Wadul Guse’, Jember Tangani Beragam Aduan Warga Selama April 2026

Senin, 04 Mei 2026 12:36 WIB

Senin, 04 Mei 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melalui kanal pengaduan masyarakat ‘Wadul Guse’, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membuktikan komitmennya dalam memberikan pel…