Dinilai Tak Layak, Warga Minta Pasar di Jalan Manikam Sumenep Ditutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasar di jalan Manikam yang diduga mengganggu akses jalan menuju jalan protokol kota sumenep. SP/Ainur Rahman
Pasar di jalan Manikam yang diduga mengganggu akses jalan menuju jalan protokol kota sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Peta wilayah dan tata kota di Kab. Sumenep kembali disoal. Pasalnya sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan pasar di jalan Manikam yang sempit dan menjadi tempat lalu lalang warga berkendara.

Hal ini perlu disikapi oleh pemerintah Kab. Sumenep melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait gang jalan yang sempit dijadikan transaksi berjualan bagi pedagang pasar.

Menurut pantauan Surabaya Pagi, setiap harinya keberadaan pasar di jalan Manikam kelurahan Bangselok tersebut selalu dikunjungi pembeli karena memang strategis dan berada di areal kota.

Pasar yang berada di areal sempit itu sangat mengganggu ruas jalan kota, tidak hanya itu keberadaan pasar tersebut merusak tatanan dan kebersihan kota. Oleh karenanya, pemerintah Kab. Sumenep diminta melakukan tindakan tegas seperti di area taman kota.

Ini adalah tantangan bagi pemerintahan baru Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah untuk mengambil langkah tegas dalam menyikapi persoalan tata kota.

Selain itu informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, kalau pasar tersebut tetap dibuka setidaknya pemerintah memberikan papan nama atas keberadaan pasar tersebut, namun sebaliknya jika tidak, kenapa dilakukan pembiaran sehingga mengganggu jalan akses warga menuju jalan protokol.

Untuk diketahui, keberadaan pasar tersebut pas di belakang kantor DPRD dan berdempetan dengan Kantor dinas Pertanian (Disperta) kab.sumenep.

Salah satu warga yang tak mau dimediakan namanya mengatakan, pihaknya mempertanyakan legalitasnya pasar tersebut apakah keberadaan pasar tersebut ilegal atau tidak. Katanya kepada Surabaya Pagi, Kamis (22/07).

Menurutnya, “Keberadaan pasar itu sangat tidak layak dijadikan pasar jika melihat lalu lalang kendaraan yang melintas di kawasan pasar tersebut, apalagi gak ada lahan parkirnya, dan sangat tidak memungkinkan,” jelasnya.

Selain itu kata dia, “Pemerintah harus tegas dalam melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang, apalagi infonya sejumlah pedagang mengaku bayar retribusi pasar, maka jelas retribusi dari pedagang itu hasil dari korupsi, " jelasnya

Lebih jauh dikatakan, jika pemerintah benar-benar mau menata kota maka harus disikapi para pedagang yang berjualan di ruas jalan menuju protokol tersebut dipindahkan untuk dicarikan solusinya.

"Jangan mentang-mentang ada retribusinya langsung dibiarkan saja, sekalipun mengganggu akses jalan warga," pungkasnya.

Sementara kelurahan Bangselok Fajar Hidayat saat hendak dikonfirmasi belum ada di kantor, karena di sejumlah ruas jalan masih diberlakukan PPKM dan sejumlah kantor juga banyak yang tutup.

 "Balik lagi nanti mas, kata salah satu stafnya,” ujarnya. Ar

 

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…