SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Berawal dari lahan kebun sayur di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Yatno Gondrong mendapat izin dari pemerintah daerah setempat, dan mulai menjalankan usahanya berbisnis budidaya bibit anggur.
Untuk bisa mendorong banyak pihak membeli bibit anggurnya, dia membuat kebun tempat dia menanam ragam jenis anggurnya hingga berbuah lebat. Kebunnya tersebut dia namakan Kebun Imut Sinakal (KIS).
Buah di kebunnya tidak dijual, tapi hanya diperuntukkan bagi pengunjung untuk mencicipinya. “Cocok, maka menanyakan bibit,” kata Yatno.
Setiap tiga bulan, Yatno lewat komunitas akan mengimpor sejumlah jenis bibit anggur yang dinilai cocok dengan kondisi di Indonesia. “Rp 1 juta – Rp 2 juta per bibit, baru dikembangkan," ungkapnya.
Dia mengatakan anggur cocok tumbuh di lahan terbuka pada suhu 28 derajat Celsius, hanya membutuhkan penyiraman dua kali sehari, dan sudah mulai berbuah di usia tak sampai satu tahun. “(Di sini ada) 90 jenis anggur dari berbagai negara yang banyak digemari,” bebernya.
Konsumen bibit anggurnya tak sebatas warga Jakarta. Yatno juga melayani pembelian antar-pulau antara lain ke Lombok, Jambi, dan Papua. “Pendapatam per bulan Rp 20 juta- 25 juta,” ujar Yatno.
Dia berharap lahan anggur kedepannya menjadi tempat wisata yang banyak didatangi masyaraka, dan memotivasi generasi muda agar tidak malu bertani untuk meringankan kebutuhan dapur. Dsy3
Editor : Redaksi