Rela Jual Mahar, Kini Eksis Lewat Kerajinan Tangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Andi Susilo sedang melekatkan warna prada emas di media lem tembak. SP/ TRG
Andi Susilo sedang melekatkan warna prada emas di media lem tembak. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sejak kemunculan Covid-19 tahun lalu, kondisi perekonomian keluarga Andi Susilo bernasib sama seperti masyarakat lainnya. Ia bahkan rela menjual mahar pernikahan untuk menambah kebutuhan sehari-hari di masa pandemi Covid-19 ini. Dirinya pun bergantung dengan usaha kerajinan prada emasnya yang dipelajarinya secara otodidak.

Selain itu, Andi juga terpaksa menjual beberapa benda yang bernilai. Seperti kompresor, gerinda, handphone, hingga mahar pernikahannya. Namun, keluarga Andi masih bertahan hingga pandemi yang sudah berumur 1,5 tahun ini.

Namun, kreativitas Andi di bidang seni datang secara otodidak. Bermodal pengalaman, secara telaten Andi sering membuat karya lukis wajah dengan menggunakan pensil. Puluhan karya pernah dia buat, tapi masa-masa itu Andi belum menyadari jika bakatnya bisa digunakan untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Berulang kali gagal, mengingatkan Andi pada bakat berkreativitasnya. Berbeda dengan dulu yang sebatas meneruskan hobi. Kini, pria ramah itu memanfaatkan hobi untuk menambah ekonomi keluarganya. "Mural bak truk-pikap, melukis wajah, hingga membuat prada emas. Apa saja selagi saya mampu, akan saya kerjakan," ungkapnya.

Secara ekonomi, profesi jasa kerajinan yang dilakoni Andi belum berbuah manis karena terbatas jangkauan pasar. Andi sudah mencoba memasarkan jasanya melalui jejaring sosial. Namun, respons netizen masih sebatas bertanya atau belum mengarah pada pemesanan.

"Masih beberapa minggu ini saya mulai aktif lagi. Alhamdulillah ada yang pesan prada emas ketika saya promosikan lewat grup WhatsApp," ucapnya. Karya-karya prada emas buatan Andi dibanderol mulai Rp 350-650 ribu. Perbedaan harga tergantung besar-kecilnya ukuran sampai dengan tingkat kerumitan.

Pembuatan prada emas ternyata menyimpan risiko. Andi mengaku membutuhkan tingkat kehati-hatian utamanya saat melukis huruf maupun gambar dengan lem tembak. Hal itu karena ketika membuat kesalahan, prada emas tak bisa diperbaiki. Jadi karya itu terpaksa harus diganti.

Belum lagi kertas prada tak bisa diperlakukan serampangan. Ketika lem tersentuh tangan atau terkena debu, warna kertas prada tak dapat melekat sempurna. Untuk itu, jeda waktu usai proses pengeleman harus langsung masuk proses pewarnaan. "Pembuatan untuk satu karya biasanya dua hari sudah selesai," ungkapnya. Dsy10

Berita Terbaru

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…

Aksi Taruh Batu di Atas Rel Kereta Api Bakal ditindak Hukum PT KAI

Aksi Taruh Batu di Atas Rel Kereta Api Bakal ditindak Hukum PT KAI

Senin, 21 Sep 2026 11:48 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - KAI Daop 7 Madiun Kecam Aksi Meletakan Batu di Atas Rel KA, dengan tegas hal itu ganggu keselamatan Perjalanan Kereta Api. Untuk …

Melalui Inofasi PASPORIA, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Perluas Layanan ke Imigrasian

Melalui Inofasi PASPORIA, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Perluas Layanan ke Imigrasian

Senin, 21 Sep 2026 11:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Kali ini layanan tersebut hadir di Kab.Tulungagung, berbarengan aktivitas masyarakat, pada Car Free Day pada Minggu …

Satgas Pangan Jombang Sisir Ritel, Beras Fortifikasi Sumo Kuning Ditarik

Satgas Pangan Jombang Sisir Ritel, Beras Fortifikasi Sumo Kuning Ditarik

Senin, 21 Sep 2026 11:35 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Satgas Pangan Polres Jombang bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang kembali sidak di sejumlah…

Viral Tahlilan ‘Orang Have’ di Lamongan, Pulang-pulang Bawa Kipas Angin

Viral Tahlilan ‘Orang Have’ di Lamongan, Pulang-pulang Bawa Kipas Angin

Senin, 21 Sep 2026 11:28 WIB

Senin, 21 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Media sosial kembali dihebohkan dengan adanya unggahan video tahlilan tak biasa di Kabupaten Lamongan yang diklaim sebagai ‘orang h…