Pelajar SD di Surabaya Diharapkan Ikut Aksi Sosial Penanganan COVID-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu sekolah yang menggelar aksi sosial pelajar adalah SMP Negeri 1 Surabaya sejak Jumat (30/7) lalu. SP/PEMKOT SURABAYA
Salah satu sekolah yang menggelar aksi sosial pelajar adalah SMP Negeri 1 Surabaya sejak Jumat (30/7) lalu. SP/PEMKOT SURABAYA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sekolah Menengah (Sekmen) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengharapkan aksi sosial penanganan COVID-19 yang sudah dilakukan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) juga diikuti oleh pelajar sekolah dasar (SD). "Jadi selain pelajar SMP, aksi sosial ini juga diharapkan bisa diikuti juga oleh pelajar SD," kata Tri Aji Nugroho, Minggu (1/8).

Seperti salah satu sekolah yang sudah menggelar aksi sosial pelajar adalah SMP Negeri 1 Surabaya. Aksi sosial itu sudah dilakukan sejak Jumat (30/7) lalu. Rencananya aksi sosial akan dilakukan hingga 12 Agustus 2021.  Untuk mendukung aksi sosial ini, pihak sekolah memfasilitasi para pelajar dengan menyediakan drop box dilengkapi dengan nama jenis bantuan yang akan didonasikan di posko Gotong Royong Sekolah Peduli Suroboyo. Pelajar ketika hadir di sekolah dapat memasukan sendiri bantuan ke dalam drop box dengan cara drive thru dan langsung pulang.

Aji terus mendorong pihak sekolah agar support dan memfasilitasi adanya aksi sosial pelajar tersebut dengan cara menyediakan drop box untuk memudahkan pelajar atau orang tua ketika ingin memberikan bantuan.  "Semua sekolah nanti baik itu sekolah negeri swasta, kita berharap semuanya ikut tergerak. Bukan hanya siswa mungkin juga guru-guru atau siapapun," katanya.

Meski aksi sosial tersebut diinisiasi pelajar Surabaya, Aji menyatakan, bahwa Dispendik Surabaya juga melakukan koordinasi dan evaluasi terkait aksi sosial ini dengan pihak sekolah.  Harapannya, kata dia, bantuan yang telah terkumpul dapat disimpan dengan baik dan direkap sebelum nantinya disalurkan kepada warga terdampak pandemi melalui Surabaya Peduli. "Dari hasil yang terkumpul ini kita juga minta bantuan ke sekolah agar bantuan itu disimpan untuk direkap. Sebelum pada waktunya bantuan itu akan diserahkan ke Pemkot Surabaya," katanya.sb4/na

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…